Pengalamanku Mengurus Perpanjangan SIM di Kabupaten Malang

By Miyosi Ariefiansyah - December 23, 2018

Pengalamanku Mengurus Perpanjangan SIM di Kabupaten Malang


Teman-teman yang punya KTP (KTP yaa, bukan tempat tinggal karena bisa aja keduanya berbeda) Kabupaten Malang siapaa? Yang SIM-nya mau habis masa berlakunya? Yang baru pindah ke Kabupaten Malang dan bingung saat mau ngurus SIM? Samaa... hehehe. Simak pengalaman pertamaku ini. Yaa kali bisa buat referensi, semacam ada bayangan.

25 Desember 2018 adalah tanggal berakhirnya SIM C punyaku. Sebagai warga negara yang baik dan benar serta istiqomah dan qonaah, tentu aku harus segera mengurus perpanjangan SIM sebelum batas akhirnya, dong. Sebab kalau kelewat satu hariii ajaa mesti ngulang dari awal, kaann. Malesss bangett. Ribett.

Nahh, berhubung aku udah pindah KTP dari Kota Batu ke Kabupaten Malang per 2016 kemarin, otomatiss ngurus perpanjangan SIM ya enggak di Kota Batu lagi yang notabene dari rumah tinggal "loncat" alias dekatt, tapi di Kabupaten Malang.

Daann, beginilah pengalamanku, Saudara-Saudara....

1. Ngurus perpanjangan SIM ini sebenarnya bisa lewat jalur online. Aku pun sempat mencobanya melalui website http://sim.korlantas.polri.go.id/booking/data_submitted#. Cara ngisi dan gimana-gimananyaa, semuaaa ada panduannya. Kita tinggal ngikutin aja. Enak, kok. Tapi ternyataa, saat aku setor kok error, datanya enggak bisa masuk. Kuulangi lagi dan lagi, hasilnya sama aja. Apa mungkin karena banyak yang mengurus lewat online apa gimana, entahlah. Yang jelas, aku gagal.

2. Karena enggak bisa lewat online, maka kuputuskan mengurus langsung di dunia nyata, maksudnya di kantor. Kalau untuk wilayah Kabupaten Malang, ngurusnya bisa datang langsung ke Satpas Polres Malang. Tahu kan kepanjangan SATPAS. Yess, Satuan Penyelenggara Administrasi SIM. Lokasinya di Jalan Panglima Sudirman 181 A Singosari. Bagi yang mau mantengin IG-nya silakan cuz langsung ke @satpas_polresmalang. Yakali ada info-info penting bermanfaat yang sedang kita butuhkan.

3. Datang ke sana kalau bisa pagi aliass mruput. Walau ngurus perpanjangan SIM ini emang enggak seribet bikinnya, tapi tetap aja antreannya lumayan banyak. Ya, biar aman, datangnya jangan sianglah ya. PAGI!

4. Sampai di sana, jangan langsung masuk ke kantornya, tapi ke bagian kesehatan dulu. Lokasinya ada di sebelah utara kantor. Karena percuma juga kalau langsung datang ke kantor ujung-ujungnya juga disuruh tes kesehatan dulu yang notabene beda gedung. Makanya, daripada bolak-balik kayak setrika mendingan langsung aja ke bagian kesehatan.

5. Di bagian kesehatan, kita diminta menyerahkan fotokopi KTP dan SIM lama masing-masing 1 lembar.

6. Setelah itu, ngantree buat dites kesehatan.

7. Selesai dengan tes kesehatan, aku didahulukan dongg karena sambil gendong anak wkkk, kita bayar Rp20.000,00 dan dapat lembaran (enggak saya foto, lupa) yang isinya ya hasil tes kita itu.

8. Udah seleai urusan kesehatan, cuzz... meluncur ke kantor Satpas.

9. Sebelum ke pak petugas, siapkan dulu fotokopi KTP dan SIM lama masing-masing 3 lembar dan setreples di map yang bisa dibeli di tempat fotokopi enggak jauh dari situ. Oh iya, jangan lupa bawa bolpoin juga untuk mengisi formulir. Buat jaga-jaga kalau semua bolpoin yang ada lagi dipakai.

10. Setelah lembaran hasil tes kesehatan dimasukkan dalam map plus fotokopi SIM dan KTP masing-masing 3 lembar disetreples di depan, selanjutnya datanglah ke pak petugas berkumis lebat (pas aku ngurus, yang ada beliau ini). Sama bapake, kelengkapan kita dicek. Kalau dirasa udah lengkap, kita diminta mengisi formulir.

11. Setelah mengisi formulir dan memasukkannya ke dalam map, serahkan mereka semua (formulir yang baru kita isi, fotokopi KTP & SIM, serta lembar hasil tes kesehatan) ke bapak berkumis lebat tadi.

12. Setelah dikonfirmasi sama beliau, kita diberi nomor antrean, dan dipersilakan masuk ke dalam ruangan untuk mengurus administrasi, foto, dan menunggu SIM baru jadi.

13. Biaya perpanjangan SIM C Rp75.000,0

14. Sudahhhh. Kita pulang dengan mengantongi SIM baruu.


Yang bikin lama biasanya apaa?
1. Enggak tahu harus ke mana dulu jadi mesti nanya-nanya. Ya kalau yang ditanya ramah, kalau jutek? Mood bisa berubah drastis.
2. Enggak lengkap bawa dokumen: fotokopian KTP dan SIM lama
3. Enggak bawa bolpoin
4. Bingung alias panik
5. Berangkat siang, pagi aja enggak cukup, harus pagi buta kalau bisa alias mruputt

Makaa, alangkah baiknya jika dari rumah sudah disiapkan:
1. Fotokopi KTP dan SIM masing-masing 1 lembar untuk tes kesehatan
2. MAP
3. Bolpoin
4. Fotokopi KTP dan SIM masing-masing 3 lembar setreples di MAP bagian depan

Kalau udah disiapin gitu plus berangkat pagi butaa, niscaya mengurus perpanjangan SIM pun enggak akan lama.

Gimana? Moga-moga membantu, yaa.

Mari jadi warga masyarakat teladan dengan menaati peraturan, salah satunya dengan mengurus perpanjangan SIM yang sudah hampir habis masa berlakunya. 😁






  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Adanya postingan kayak gini nie enaknya informatif ya kak.. jadi yang mau bikin SIM jadi tahu persyaratannya. Hehhe..

    ReplyDelete
  2. Terimakasih sudah sharing pengalaman dan apa saja yang mesti disiapkan untuk buat SIM, kita jadinya well prepared buat pengurusan SIM...:)

    ReplyDelete
  3. Saya perpanjang februari kmarin mb, jangan lupa, bawa uang pas buat cek kesehatan. Coz kadang petugasnya ga ada kembalian, hehe

    ReplyDelete