5 Keinginan Jangka Pendek yang Sedang Diperjuangkan, Semoga Allah Mengabulkan

By Miyosi Ariefiansyah - December 13, 2018


Pernah nggak keinginan kita dipatahkan orang lain? Terutama, keinginan pada masa lugu. Tentu pernah, ya. Misal, selepas lulus SMA saya ditanya mau kuliah di mana dan saya jawab PTN (dulu kuliah di PTN kan murah, ya), lantas si penanya yang usianya jauh lebih tua komen, "Tak doakan NGGAK lulus,"
Sebagai remaja 17 tahun "digituin" sama yang lebih berpengalaman rada terpengaruh juga. Kala itu, saya hanya terdiam. Tapi, ibu saya meyakinkan kalau tugas manusia hanya berusaha, sisanya pasrah. Allah pasti akan memberikan yang terbaik. Alhamdulillah, nama saya ada di koran, masuk pilihan pertama.

Mungkin, keinginan kita kadang atau bahkan sering dipatahkan orang lain. Motif mereka? Belakangan, saya ketahui ada beragam: takut, iseng, pelampiasan kecewa terhadap diri sendiri, dll. Itu sebabnya, saya jarang berbagi rencana hidup. Saya lebih suka terus berusaha aja dalam diam alias enggak usah gembar-gembor, biarkan hasil yang menerangkan semuanya. Bisa jadi, sikap saya ini adalah reaksi dari beragam peristiwa yang saya alami di masa-masa lugu. Saya pun menghormati jika teman atau bahkan sahabat saya enggak berbagi detail akan keinginan atau rencana pribadi mereka. Tapi jika mereka pada akhirnya cerita ke saya, ya alhamdulillah. Intinya, santaii waelah, ya. Xixixi.

Makaa, menulis hal yang temanya lumayan privasi ini adalah hal yang enggak biasa buat saya. Tapi, toh saya mau melakukannya juga. Pertama, yang saya bagi adalah keinginan jangka pendek. Kedua, saya yakin yang baca akan mengamini karena saya pun demikian. Saling mendoakan, ya. :)

Lalu, apa keinginan jangka pendek saya? Jangan-jangan, kita sama.


1. Punya waktu lebih banyak lagi untuk ibu mumpung masih diberi kesempatan.

Saya rasa, kita semua sama: menganggap ibu adalah sosok yang sangat berharga. Pun saya ke ibu. Beliau adalah wanita setia yang enggak neko-neko. Hidup ibu hanya untuk keluarga (anak dan suami), seolah tidak menyisakan ruang untuk diri sendiri. Terlepas dari ilmu parenting yang dulu masih sangat minim, beda dengan sekarang yang di mana-mana ada, ibu sudah mendedikasikan seluruh jiwa raganya untuk anak-anak beliau. Ibu mendidik bagaimana menjadi wanita yang setia. Ibu mengajari bagaimana menjadi wanita yang bisa mengatur keuangan. Ibu membimbing agar jadi wanita yang bisa hidup di segala situasi dan kondisi. Ibu... yang notabene enggak punya bekal ilmu parenting seperti ibu-ibu muda zaman sekarang... melakukan semua dengan total, ikhlas, tanpa haus sanjungan atau penghargaan dan pengakuan. Buat saya, ibu amat sangat berarti. Sangat.


2. Ingin mengakhiri masa LDM

Meskipun sejauh ini baik-baik saja, tapi tetap lebih enak enggak LDM. Meskipun yang LDM dengan alasan masing-masing di dunia ini enggak hanya saya saja, adik saya bahkan LDM beda negara enggak cuma beda pulau seperti saya, tapi tetap saja keinginan kami untuk kembali berkumpul itu selalu terucap dalam setiap doa.


3. Ingin menulis buku

Lho, bukannya selama ini udah? Saya enggak ingin cepat puas. Penginnya menulis buku dengan kualitas yang lebih baik lagi dan lagi, termasuk menyelesaikan urusan seperti antologi, buku pesanan tanpa deadline, dll. Selain menulis buku, sebenarnya saya ingin kembali menulis konten di website lain dan blog.


4. Ingin kembali langsing

Berat badan saya saat hamil melonjak tajam. Saya emang enggak punya pantangan saat hamil. Enggak ada yang namanya mual, alergi juga enggak ada, minta aneh-aneh juga enggak. Intinya, apa aja, hayukk. Kata orang sih hamil ngebo, hamil santai, atau apalah istilahnya. Efeknya ya jadi bengkak karena semua disamber. LOL. Setahun setelah melahirkan, BB saya sudah turun sekitar 25 jg. Tapi, ini masih belum cukup. Penginnya kembali seperti zaman sebelum menikah. Jadi ya masih harus berusaha lagi (di tengah gempuran makanan enak di sekeliling, LOL).


5. Ingin traveling jaauhhh bertiga

Sebenarnya, masalah traveling ini sudah kami lakoni sejak bocil 6 bulan. Ke Surabaya seminggu, Oktober 2017. 2018 bulan Februari, kami bertiga melakukan perjalanan darat (suami nyetir Malang - Yogya, PP). Di sana lumayan juga, seminggu. September 2018, pertama kalinya bocil naik pesawat di usia dia 16 bulan. 2 Minggu, kami di Jakarta. November, bocil kembali lagi naik pesawat ke Jakarta, di sana seminggu. Dan, saat ini, Surabaya, seminggu juga. Sejauh ini, bocil menikmati bangett. Ini juga cara kami sebagai pejuang LDM mengisi quality time. Jika diberi kesempatan, penginnya perjalanan selanjutnya adalah ke tempat yang... jaauuhh. Aamiin.


Sebenarnya, selain 5 keinginan jangka pendek di atas, ada juga keinginan lain yang sifatnya "pengin segera". Misal, pengin bisa nyetir mobil biar bisa gantiin suami dan enggak nggantungin orang-orang sekitar kalau mau ke mana-mana. Atauu, pengin meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris untuk melancarkan pekerjaan. Dan, masihh banyaakk lagii. Ah, manusia memang selalu "dihantui" keinginan, ya. Tapi jika itu bikin jadi lebih baik, kenapa enggak.

Kalau teman-teman sendiri, bagaimana? Jangan-jangan, semua keinginan saya di postingan ini adalah sesuatu yang sudah teman-teman dapatkan. Alhamdulillah. Ikut senang. Doakan saya, yaa.

  • Share:

You Might Also Like

20 comments

  1. Langsing juga keinginan saya yang tertunda. Mungkin karena saya yang kurang gigih berjuang.

    ReplyDelete
  2. LDM emang menyiksa banget ya mbak T.T semangattt berjuang mbakk

    ReplyDelete
  3. Saya malah pengen berat badan pasca melahirkan nggak turun drastisπŸ˜… eh tp ini malah udah kembali ke berat badan semula...

    LDM memang nggak enak ya mbak. Saya jg pejuang LDM n berharap tahun udah gk LDM lagi

    ReplyDelete
  4. Semoga tercapai ya Mbak. Iya, saya juga sekarang ingin menghabiskan banyak waktu dengan ibu, mumpung masih bisa.

    ReplyDelete
  5. Poin nomer bikin haru bahas ibu soalnya...aah mesti deh w pengeb brabak kalo bahas ibu
    Semoga hal hal kecil yang diinginkan segera dikabulkan...tapi LDM itu apa ya

    ReplyDelete
  6. Bikin haru bacanya...kalo bahas tentang ibu...merasa banyak salahnya...terimakasih mbk sudag mengingatkan saya tentang ibu yang sudah rela berkeringat demi mensejaterahkan kita

    ReplyDelete
  7. Wow nulis bukuu, keren banget mbak, saya juga pingin nulis buku, tapi belum tau gimana caranya ya. Oh ya, pernah ngga sih mbak writer block gitu? Trus cara biar ngga gitu lagi gimana?

    ReplyDelete
  8. Point nomor 4 kebalikan dg saya. Saya pengen berat badan naik, karena sejak melahirkan dna menyusui berat badan turun bahkan tekor (lebih rendah dr jaman belum nikah) hahaha...
    Kalo "pengin segera"-nya samaaa,,, pengen bisa nyetir.
    Kalo saya sedang dalam proses berlatih, meski sdh lancar tapi belum punya nyali turun ke jalan. Masih di dalam kompleks aja hahaha...
    Semangaaattt mbak Miyosi!!!

    ReplyDelete
  9. Lha kok banyak yang sama, ya Mbak. Saya juga pingin bisa setir mobil, hihi.

    ReplyDelete
  10. Siapa itu yg doain g lulus, ceburin ke laut aja mbak πŸ˜„.
    Kalau saya pengen gemuk mbak, ayok tukar badan, eh πŸ˜…...
    Semoga semua keinginan terkabul, Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Duh yg nomer 4 saya banget mbaak.hehe..jadi agak ketawa pas baca.. semoga semua keinginannya bisa terwujud ya mbak

    ReplyDelete
  12. Kita sama di poin no 1 dan 5 mba. Aku ngerasain banget gak mau jauh dari ortu, tapi pengen bisa travelling juga. Hihi ^^

    ReplyDelete
  13. Saya malah pengen gemuk πŸ˜„
    Pingin jg nulis buku
    Smoga yang diinginkan terwujud semua ya mb 😊

    ReplyDelete
  14. Saya juga pingin bisa bikin senang Ibu. Ternyata berat untuk bisa menahan diri untuk sabar dan nggak ngebantah sama Ibu. Biaroun belum bisa bikin bangga, paling nggak berusaha supaya nggak menyusahkan. Kepingin juga bisa mengirim tulisan dalam bahasa Inggris, soalnya artikel berbahasa Inggris honornya lumayan besar......

    ReplyDelete
  15. Kenapa semua keinginan emak yang naik timbangan kayak di nomor 4 itu ya. Selepas hamil dam melahirkan malah aku belum turun sama sekali. Gimana ini, help me

    ReplyDelete
  16. Poin nomor 4, saya juga mau, Mbak. Hehe. Sama sih pengen traveling agak jauhan ... lintas negara kalau bisa πŸ˜„

    ReplyDelete
  17. Semoga semua resolusi jangka pendeknya terkabul ya, Mbak aamiin

    ReplyDelete
  18. Wah, LDM warrior ternyata ya, Mbak.
    Me too :)
    Misua di Sby, saya di Malang.
    Nah, poin yg lain mirip2 keinginan saya juga, tuh. Alhamdulillah, skrg bisa menemani ibu di Malang, setelah lama merantau. Barusan saya nulis antologi tentang ibu bersama teman2, sebagai persembahan kecil tuk beliau. Smoga mimpi2nya segera terlaksana ya :)

    ReplyDelete