Manfaat Ekonomi Digital untuk EMAK-EMAK itu NYATA

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - December 14, 2018



Bersyukur, teknologi terus berkembang. Kalau enggak, entah bagaimana nasib emak-emak. Mungkin, mereka enggak bakal bisa seeksis sekarang. Padahal, eksis juga kebutuhan sebagaimana kata Maslow. Manusia akan merasa diri dan hidupnya berharga ketika sadar bahwa dirinya ada alias eksis.

Dan, semua itu enggak bakal bisa terwujud jika teknologi masih gitu-gitu aja. Emak-emak yang notabene “pekerja domestik” selamanya akan dianggap sebelah mata. Selamanya akan dianggap “tiada” karena memang enggak ada media yang bisa menunjukkan keberadaan mereka.

Enggak bakal ada meme-meme semacam “kalau emak-emak udah ngamuk, kelar idup lo” atau “kalau emak-emak udah dandan, kelar idup lo”, dan kalau-kalau yang lain yang intinya cuma buat membuktikan bahwa emak-emak enggak bisa dianggap sepele.

Bersyukurnya lagi, teknologi juga merambah ke bidang yang lain, salah satunya ekonomi, bidang yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari emak yang katanya “menteri keuangan dalam negeri” ini. Jika 20 tahun yang lalu, emak-emak harus menyisihkan waktu seharian untuk sekadar mengurus ini dan itu yang ada kaitannya dengan bayar-membayar, maka sekarang ini tidak. Emak-emak sangat dimanjakan dengan digitalisasi ekonomi.

Saya emak-emak. Saya membuktikannya.

Sebagai ibu dari anak yang masih berusia 19 bulan dengan posisi saat ini masih menjalani LDM alias long distance marriage (Jawa – Papua) dan saya sendiri berprofesi sebagai penulis, manfaat ekonomi digital terasa nyata. Sangat. Hampir semua transaksi yang saya lakukan sepanjang hari adalah melalui jalur digital alias online. Paketan internet habis, belinya lewat aplikasi. Bayar listrik dan air, lewat aplikasi. Beli buku baik buku fisik maupun elektronik, belinya bisa dari rumah lewat HP, enggak perlu repot-repot ke toko buku. Pun untuk keperluan yang lain.

Bisa saya katakan bahwa terlepas dari harus waspada dengan beragam penipuan, keberadaan ekonomi digital sangat membantu saya MENGHEMAT WAKTU. Bagi seorang ibu tanpa ART yang anaknya masih kecil dan suami jauhh, waktu terasa sangat berharga. Baru buka laptop untuk menulis, eh anak bangun. Baru buka HP untuk merevisi tulisan, eh anak nangis. Baru mau nyuci piring, ehh anak rewel. Menulis dari HP di tangann kanan sementara tangan kiri gendong anak itu sudah biasa bagi seorang ibu yang berprofesi sebagai penulis.

Jadi, kebayang banget kan kalau misal enggak ada ekonomi digital. Kebayang betapa tambah beratnya kerjaan emak-emak. Kebayang kalau apa-apa enggak bisa dilakukan jarak jauh alias harus nyamper ke lokasi. Beli pulsa harus ke counter, belanja harus banget ke pasar karena enggak bisa online, transaksi ini itu harus langsung menemui yang berkepentingan. Kebayang banget kan ribetnya. Bayangin aja udah pusing. Ujung-ujungnya, emak-emak makin stres, deh.

Itu sebabnya, enggak berlebihan kalau saya selaku emak-emak mengatakan bahwa ekonomi digital sangat membantu memudahkan pekerjaan. Saya yakin enggak hanya saya yang berpendapat demikian. Emak-emak se-Indonesia terutama yang masih punya anak kecil yang sedang menjalani LDM dengan suaminya mungkin juga akan mengatakan hal yang sama.

Terakhir, ingin sekali saya katakan buat semua emak, “Bersyukurlah, Mak. Zaman sekarang kita bisa eksis dengan mudah tanpa perlu repot mikirin ribetnya ngurus ini dan itu karena hampir semua bidang sudah merambah ke dunia digital, termasuk ekonomi,”


  • Share:

You Might Also Like

15 comments

  1. Bener.. bahkan belanja sayur pun bisa menggunakan aplikasi. Baru-baru tim balikpapan baru saja luncurkan aplikasi itu. Semoga saya bsa bahas kapan2 ya. heheh

    ReplyDelete
  2. Iya zaman sekarang manusia dimanjakan dengan berbagai kemudahan, karena itu sebenarnya sayang sekali jika waktunya tidak digunakan secara produktif.

    ReplyDelete
  3. Wah jauhnya LDM jawa-papua, butuh perjuangan tu mbak 😊

    ReplyDelete
  4. Bener banget, saya juga ngerasain banget efeknya ekonomi digital saat ini. Bisa bertransaksi dalam genggaman. Btw, jarak LDM-nya jauh beut yak.

    ReplyDelete
  5. Bener banget merasa terbantu dengan kemajuan teknologi. Wah, saya baru tahu kalau Mbak LDM, saya pernah ngalamin tapi enggak bisa. Hehe akhirnya bareng lagi di Bandung.

    ReplyDelete
  6. Setuju banget mbak, hemat waktu dan tenaga banget ketika semua bisa dilakukan dengan ujung jari.

    ReplyDelete
  7. Suka salur sama emak2 yg LDM, segala sesuatunya serba diurus sendiri, Alhamdulillah sekarang banyak sekali kemudahan termasuk urusan bayar membayar ini, dulu inget bgt ibu saya harus ngantri setiap bayar listrik

    ReplyDelete
  8. yes, benar banget mba.. teknologi sekarang ini membantu banget

    ReplyDelete
  9. Good artikel Mbak
    Jaman emak milenial nih
    Emak jaman now

    ReplyDelete
  10. Beneer banget Bun, tren ekonomi konvensional mulai bergeser ya diganti digital. Cuma serunya kongkow dengan keluarga dan teman yang tak tergantikan oleh digital hehehe

    ReplyDelete
  11. Toss! Sebagai emak pejuang LDM, saya ngerasain berbagai kemudahan berkat ekonomi digital, nih. Palagi punya batita juga.
    Mau apa2 (hampir) semua bisa dipesan via ujung jari :)

    ReplyDelete
  12. Bener mbaj, bersyukur semua hal dipermudah zama sekarang ini.
    Termasuk itu uang mudah juga buat habis 😂

    ReplyDelete
  13. Wah Papua -jawa.. keep strong mbak.. saya juga lg LDMan.. hhu ngk bisa kebayang Ldman tanpa digital...,berat menahan rindu.

    ReplyDelete

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)