Mbak Diah Mumpuni, Kembali ke Dunia Penulisan yang Sempat Lama Ditinggalkan

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - September 03, 2021

Mbak Diah Mumpuni, Kembali ke Dunia Penulisan yang Sempat Lama Ditinggalkan

Mau menjauh, menghindar, bahkan melupakan sekuat apa pun, sejatinya manusia tidak akan pernah bisa benar-benar lepas dari sesuatu yang sangat mereka sukai. Inilah yang terlintas dalam pikiran saya saat membaca profil salah seorang teman di komunitas The Jannah Institute dalam blog diahmumpuni.com plus mewawancarainya melalui WA. Wanita cantik berniqab alumni Teknik Sipil yang tidak hanya pandai mengutak-atik rumus dan angka serta cakap mengolah kata ini dulunya sempat melupakan dunia literasi saat masih berkarier di salah satu kantor konsultan. Kesibukan yang kemudian bertambah -tidak hanya sebagai wanita bekerja melainkan juga istri dan ibu dua anak- makin menjauhkannya dari dunia kepenulisan. Mimpi masa kecil seolah hanya tinggal kenangan. Jejak karya nyata pernah menjadi pemenang pertama Lomba Menulis Surat Cinta yang diadakan salah satu radio di Yogyakarta serasa harus dikubur dan dilupakan. 
 
Namun, semesta seolah mengingatkan. Pertemuan dengan pemilik sekolah menulis The Jannah Institute, Mbak Prita HW, di acara workshop kepenulisan beberapa waktu setelah ia resign seolah membawanya kembali "pulang". Siapa sangka, hal tersebut adalah momen dia yakin kembali ke dunia penulisan yang sempat ditinggalkan. Setelah menjadi peserta Online Writing Course, Mbak Diah mengerjakan beberapa projek penulisan dan menerbitkan beberapa karya antologi. Sebut saja Masa Lalu Terima Kasih atas Semuanya, Memoar dan Memoar, Lika-Liku Profesi, Tumbuh setelah Patah, dan masih banyak lagi. 
 
Untuk karya digital, Mbak Diah biasa menuangkannya di blog. Ada beberapa tema ia garap: kuliner, jalan-jalan, opini, prosais, kisah inspiratif, tips dan review, dll. Saya pribadi tertarik dengan beberapa postingan berikut:
 
Membahas tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Mengingatkan calon ayah untuk belajar bagaimana cara menjadi orang tua terbaik untuk anak.


 
Review tentang Ome TV

 
Tentang pejuang keluarga bernama Mbak Yuti, seorang ibu yang harus berjuang sangat keras menghidupi anak-anaknya karena sang suami sakit.

Tulisan-tulisan Mbak Diah, apa pun pembahasannya, selalu saja diselipi kisah-kisah humanis, baik itu tentang dirinya sendiri maupun orang lain. Bagi pembaca yang cukup sentimentil seperti saya, unsur "nyawa" tersebut membuat betah berlama-lama.

Menurutnya, dunia kepenulisan membawanya pada sesuatu yang sedikit sulit ditemukan di bidang-bidang sebelumnya, yakni... ketenangan batin. Menurut hemat saya, bisa jadi hal tersebut karena dunia penulisan adalah "jiwa"nya atau kalau kata orang-orang passion-nya. Ketika mencintai sesuatu, kita akan rajin tanpa diminta, semangat tanpa disuruh, dan tak menyerah ketika lelah.

Bagi orang yang tidak berminat dengan dunia kepenulisan, berlama-lama menatap layar atau mencari sumber bacaan akan menjadi sesuatu yang sangat membosankan. Tapi tidak bagi Mbak Diah. Meski kesibukannya sebagai ibu dua anak begitu padat, namun ia masih sempat menulis karena itu adalah jalan untuk mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi. 
 
Bagaimana dengan teman-teman yang sekarang sedang "cuti" menulis karena beragam alasan. Adakah yang ingin mengikuti jejak Mbak Diah untuk kembali? Jika iya, yuk. Kalian tidak sendirian. Mari bergandengan tangan dan saling memberi semangat. Insyaallah, saat ini, media untuk menulis sangat luas tak terbatas. Seperti halnya Mbak Diah, dia tidak hanya menulis buku, tetapi juga blog. Untuk teman-teman yang ingin bersilaturahmi ke media sosial Mbak Diah bisa langsung ke blognya atau IG @dee_afr.

Semangat terus menebar kebaikan dalam bentuk tulisan ya, Mbak. 

Semangat juga untuk kita semua. 

Bismillah.

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. MasyaAllah... Senengnya ditulis oleh mom blogger kondang 😍 alhamdulillah... Allah tutup aib2 Saya hingga yg nampak hanya yg baik2. Jazakillah khairan wa Barakallah fiik... Sukses selalu ya mba

    ReplyDelete

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)