Episode Seminggu di Kansai: Pesona Dotonbori Osaka saat Malam
- Sudah ada sejak tahun 1600-an. Sudah ada sejak lama, tapi tidak dibiarkan terbengkalai, melainkan dirawat sehingga masih bisa bertahan dari masa ke masa. Salut.
- Pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Mau belanja atau hanya sekadar nongkrong biasa, semuanya ada.
- Desain tempat makannya lucu-lucu (meskipun aku enggak beli, tapi senang aja lihatnya, xixixi)
- Ada papan iklan neon (running man) GLICO. Sebagai salah satu penggemar produk Glico, Pocky, aku merasa sangat perlu untuk ke sana. Apalagi jika merujuk pada sejarahnya, rasa penasaran itu makin membuncah. Glico diambil dari nama kandungan, glikogen, yang ada dalam produk pertamanya yang kala itu untuk meningkatkan kesehatan anak-anak.
Lumayan puas mengukur jalan hingga Taka ketiduran, kami mampir ke Tonbori River Walk. Istirahat sejenak, mengumpulkan energi untuk kembali ke penginapan.
![]() |
| Sungai yang disulap menjadi tempat wisata. Bersih, enggak bau sama sekali. Airnya jernih. Cuma karena malam jadinya enggak kelihatan jelas. |
Tidak terlalu malam kami kembali ke penginapan dengan menggunakan kereta yang sama saat baru sampai Osaka, Midosuji Line, tapi dengan rute yang berbeda. Dari tempat terakhir "nongkrong" kami jalan kaki ke Stasiun Namba menuju Stasiun Kitahama. Hanya butuh melewati tiga stasiun saja (Shinsaibashi, Hommaci, dan Yodoyabashi) untuk sampai ke tujuan. Belum berakhir karena kami masih harus jalan kaki ke penginapan sekitar 200 meter.






0 comments
Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)