Info Lomba & Peluang Menulis Novel 2019 serta Tips Sakti dari Penulis Novel & Skenario Sakti Wibowo

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - January 22, 2019


Teman-teman ada yang berencana mengikuti lomba menulis novel tahun ini? Ada lumayan banyak, sih. Setidaknya sampai saya memposting ini, ada 4 lomba menulis novel yang bisa kalian ikuti.

Apa saja?
  1. Lomba menulis novel tema wanita dari Ibu Profesional Banyumas Raya. DL: 18 Februari.
  2. Lomba menulis novel pilihan unsa. DL: 2 Maret.
  3. Lomba menulis novel dari cabaca. DL: 11 Maret.
  4. Lomba menulis novel basa basi. DL: 31 Juli.
Sebenarnya selain 4 lomba menulia novel di atas, ada juga penerbit yang menerima naskah fiksi. Yang saya tahu sih baru Diva Press, deadline-nya 28 Februari. Kalau kalian punya info lain, mau juga dunk dibagi di kolom komen. Hehehe.

Ngomong-ngomong soal menulis novel, saya jadi ingat waktu mengikuti kelas novelnya Mas Sakti Wibowo 2010 silam. Beliau ini adalah penulis skenario banyak sinetron yang dulunya penulis novel best seller.

Salah satu foto saat pelatihan menulis novel

Nahh, di postingan kali ini, selain berbagi info lomba, saya juga ingin berbagi apa yang sudah beliau berikan terkait ilmu menulis novel. Sebenarnya, kalian bisa baca langsung di catatan FB-nya Mas Sakti. Beliau ini enggak pelit ilmu kok. Duluuu, Suhu, begitu panggilan kami, kerap menulis materi-materi penting seputar dunia penulisan di FB.

Kalau saya sendiri lebih suka merangkumnya dengan gaya bahasa pribadi. Lebih nyanthol aja, gituu. Saya salin di sini ya itung-itung buat arsip dan pengingat diri.

Menurut Mas Sak, langkah-langkah praktis dalam membuat novel adalah sebagai berikut:

outline 》mengembangkan outline menjadi kerangka per bab 》 menjabarkannya dalam bentuk tulisan 》 finishing touch 》membuat prolog dan epilog

Keterangan masing-masing:

1. OUTLINE
Outline adalah gambaran umum dari sebuah novel yang akan kita tulis. Outline adalah rute dalam sebuah perjalanan. Novel yang dibuat tanpa outline ibarat seseorang yang berjalan tanpa tahu ke mana tujuannya. Apa yang didapat kemudian? TERSESAT!!
Itu sebabnya outline sangat penting dalam membuat karya tulis baik fiksi maupun nonfiksi.

Bagian-bagian outline dalam novel:
  • Will. Will adalah tujuan utama, maksudnya tujuan utama dari tokoh yang ada di dalam novel itu apa? Misalnya: dalam novel Laskar Pelangi “will” nya adalah si Ikal ingin sekolah tinggi bahkan sampai luar negeri. Semakin kuat “will” nya semakin bagus novelnya.
  • Desain karakter. Desain karakter adalah karakter yang ada di dalam tokoh novel tersebut baik tokoh utama maupun sampingan. Namanya juga desain, maka harus digambarkan sedetail mungkin. Dan kalau bisa karakter yang satu dengan yang lainnya dibuat berbeda agar penonton tidak bingung.
  • Hambatan. Hambatan adalah sesuatu yang menghalangi tokoh utama untuk mencapai “will” misalnya dalam novel Laskar Pelangi si Ikal ingin sekali bersekolah tinggi hingga luar negeri. Namun ia memiliki hambatan yang sangat krusial yaitu tidak memiliki biaya dan tinggal di daerah yang sangat terpencil. Semakin banyak dan kuat hambatan tokoh utama untuk mencapai “will” novel akan memiliki greget yang semakin tajam. Bila tak ada hambatannya, novel akan terasa hambar, ibarat manusia yang hidupnya datar-datar aja dan tanpa gejolak.
  • Timeline. Timeline adalah sesuatu yang harus dilakukan yang bila tidak dilakukan akan mengubah nasib dan jalan hidup dari tokoh utama. Timeline biasanya dibatasi oleh waktu meski juga tak selalu. Misalnya, dalam film-film action sering kita jumpai seorang polisi yang harus menyelamatkan sekian banyak nyawa dalam waktu singkat karena kalau tidak mereka akan mati terkena bom.
  • Surprise Ending. Ending yang mengejutkan pembaca akan sangat disukai. “Lhohh ternyata seperti itu ta?” kalimat seperti itulah yang mengindikasikan bahwa penulis novel berhasil membuat penonton terkejut. Atau “Yahh kok gitu sih?” kalimat seperti ini juga indikasi bahwa penonton terkejut dengan ending yang dibuat oleh penulis. Dan bukan kalimat “Yaelah gw bilang juga apa, bener kan kata gw kalau endingnya kayak gini!”


2. KERANGKA PER BAB
Setelah selesai membuat outline yang memiliki unsur-unsur di atas, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan outline menjadi kerangka per bab. Masing-masing bab harus memiliki ide pokok atau inti masalah agar setiap bab yang disajikan terasa tidak hambar.


3. MENJABARKAN KERANGKA PER BAB
Langkah ketiga adalah menjabarkan kerangka per bab tersebut menjadi sebuah tulisan.


4. FINISHING TOUCH
Finishing touch merupakan proses membaca tulisan kembali dari awal hingga akhir. Namun, sebelum ini terjadi semua tulisan harus sudah kita selesaikan. JANGAN SEKALI-SEKALI mengedit sebelum semua tulisan selesai!


5. MEMBUAT PROLOG DAN EPILOG
Langkah terakhir barulah membuat prolog dan epilog.


Nah, itu tadi tips menulis novel dari Mas Sakti Wibowo plus info lomba dan peluang menulis novel sepanjang tahun 2019. Kalau kalian punya info serupa, mauu duonkk dibagi jugaa. Hehehe. Semoga bermanfaat, yaa. Ini juga penyemangat buat saya sendiri, sih. Moga-moga saraf fiksi saya yang sempat putus bisa nyambung lagi. 😂




  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Aku juga pengen mba nulis novel cuman terkadang terkendala sama ide, dulu saat SMP pernah nulis tapi sekarang semakin berumur ide semakin tipis hihihi

    ReplyDelete
  2. Terima kasih infonya mbak. Pingin nyoba nulis yang detail dan kompleks. Tapi lagi-lagi stuck di tengah aja gitu 🤭🤭

    ReplyDelete

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)