Jujur

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - March 20, 2022

Aku pernah baca kalau pada dasarnya manusia itu setting-annya adalah jujur, enggak mau berbohong. Ketika apa yang ia lakukan atau ucapkan bertolak belakang dengan apa yang dimaui, hatinya akan bergejolak luar biasa. Ini pun berlaku pada mereka yang ahli berbohong, tetap saja kok ada bagian keciill dari dirinya yang memberontak.

Kalaupun pada akhirnya mereka bisa melakukan apa yang terpaksa dilakukan biasanya secara tak sadar mereka akan menuntut orang lain yang dianggap lebih lemah juga harus melakukan hal serupa.

Misalnya, si A sejak kecil sudah dikondisikan harus berkata "IYA", tak pernah sedikit pun pendapatnya didengar. Pokoknya harus "IYA", harus nurut. Entah yang memaksa itu orang tuanya, gurunya di sekolah, atau siapa pun. Ketika si A kemudian tumbuh dewasa, jangan heran kalau dia juga akan menjadi diktator: enggak mau jawaban "TIDAK" dari orang lain terutama yang posisinya dianggap lebih lemah. Jiwanya seolah berkata, "Aku aja dulu mau nurut, kamu kenapa enggak, pembangkang banget," 

Beberapa orang bangga ketika ditakuti. Kalau aku sih memilih bangga ketika dicintai dengan tulus dari hati tanpa paksaan, yang benar-benar dari hatiii banget banget tanpa rekayasa atau ancaman. 

Kembali lagi ke inti pembahasan di awal. Ya, manusia konon setting-annya itu tak bisa berbohong alias jujurr. Bila pun ia melakukan hal yang enggak ia banget karena suatu alasan kuatt, di hatiii kecil terdalamm ada sesuatu yang bergejolak luar biasa yang berusaha terus ditekan/ditutupi/dikendalikan yang entah kapan keluarnya.

Sesungguhnya, hanya Allah yang pantas disembah. Allah sebaik-baik pelindung. 

Semangat selalu, para pejuang kehidupan.

Semangat selalu, jiwa-jiwa yang kuat.

Sesungguhnya, kepada Allah-lah kita semua akan kembali. Semoga kita tak akan pernah menjauh dari Allah, ya. Saling mendoakan.

❤️



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)