Hari Ke-24 di Jepang: Musim Dingin di Negaranya Nodame

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - January 24, 2020


Bagi orang dari negara beriklim tropis sepertiku, salah satu hal menarik yang ingin digali lebih dalam ketika akhirnya datang atau tinggal di negara subtropis adalah tentang MUSIM DINGINNYA. Walau, setiap musimm (spring, summer, fall, & winter), semuanya menarik untuk dikepoin. Empat musimnya juga mengingatkanku pada game yang zaman aku kuliah sering kumainkan: Harvest Moon.

Berhubung aku ke Jepang pas winter, jadi sejak dalam perjalanan memang sudah bertanya pada diri sendiri, "Haii, seperti apa ya musim dinginny? Apa ada salju?" Yaa, kalau orang-orang dari negara subtropis girang bangett bahagia bangett ceriaa bangett jika akhirnya tiap harii bisa ketemu mataharii pas mereka jalan-jalan ke negara tropis. Sebaliknya, kalau yang dari tropis ke subtropis, penasaran sama yang namanya... SALJU. Setidaknya, aku emang gitu. Yes, penasaran sama salju yang benar-benar salju, bukan yang buatan apalagi yang tiap hari kulihat di kulkas, bukaaann. Deuh... emang manusia ni cenderung nyari yang enggak ada deh, ya: yang subtropis lonjak-lonjak ketemu matahari, yang tropis juga sama pas ketemu salju. Ckckck. LOL.

Tapii, apa benarr musim dingin di Jepang, seenggaknya tempat yang aku kunjungi dan tinggali, seperti dalam bayanganku. Yukk, mari ditelusuri dari mulai awal menginjakkan kaki di Haneda sampai detik ini.

Hawa lebih dingin daripada Batu (yang biasanya ada di suhu belasan derajat celcius) memang langsung terasa begitu kami menginjakkan kaki di Haneda. Padahal hitungannya masih di dalam bandara yang notabene ada penghangat. Taka langsung berganti kostum, lebih tepatnya menambah, dengan jaket tebal dan sarung tangan.

Untuk keseharian, suhu udara sekitar 1 - 5 derajat celcius, walau pernah juga belasan tapi cuma beberapa kali, enggak sampai lima kali selama aku di sini. Meski kata orang-orang di sini, winter kali ini enggak dingin dan enggak ada salju, tapi buatku udah dingin. Padahal, aku lahir dan tumbuh di tempat yang dikenal dingin. Tapi ternyata pas ke sini masih kedinginan. Xixixi.

Gambar-gambar di bawah ini akan menggambarkan sedikit suasana winter yang aku alami.

Light rain pas winter, lokasi di sekitaran dormitory. Foto: dokpri.
Musim dingin plus matahari jadinya dingin tapi hangat, dokpri.
Pagi siang sore hampir selalu sama, dokpri.
Kalau dari yang aku rasakan, suhu di Tsukuba lebih dingin daripada Akihabara. Dokpri
Di daerah Minato-ku menurutku juga enggak sedingin Tsukuba, dokpri.
Suasana di Shiba Park yang tetap hangat meski musim dingin, dokpri.
Jogging, kegiatan wajib saat winter. Dokpri.
Asakusa saat winter nampak seperti biasa, dokpri.
Sumida pun tetap hangat meski dingin.
Teruss, saljunya di manaa? Aku pun nyari kok di mana saljunya. Sampai detik ini emang belum ketemu salju. Rencananya emang mau melihat salju secara nyata bareng Om dan Tantenya Taka yang mau ke sini akhir Januari. Emang enggak semua tempat di Jepang ini pas winter auto ada saljunya. Enggaakk. Di Tsukuba sendiri katanya sih sempat bersalju yang mayan tebal dua apa tiga tahun yang lalu.

Meski demikian, musim dingin enggak bisa dianggap enteng, lebih-lebih buat orang yang tadinya tinggal di negara tropis. Aku pun yang udah terbiasa dengan hawa dingin di kampung halaman, pas merasakan sendiri musim dingin yang walau kata mereka di sini termasuk enggak dingin dingin amat, itu punn merasakan bedanyaa bangett.

Sehingga di musim dingin ini, hal-hal yang biasanya dilakukan orang-orang termasuk aku, adalah:

1. Aku teteup mandi dua kali sehari dunk
2. Mandi air hangat dan berendam, bagian yang paling menyenangkan, xixixi. Kalau di kampung halaman, dingin pun teteup mandi air dingin. Manja mamat mandi air anget, Mbaakk. Begitulah. Xixixi. Kalau di sini pas musim dingin mandi air dingin? Mau bunuh diri? Hehehe.
3. Pakai peralatan lengkap: pakaian dalam, heat tech yang bisa dibeli di uniqlo, pakaian luar, jaket tebal atau jaket biasa tapi yang anti angin, sarung tangan, syal, topi yang nutupin telinga, dan perintilan semacamnya.
4. Pakai penghangat ruangan
5. Pakai selimut tebal adalah sebuah keniscayaan
6. Selimut listrik pun dipakai kalau suhunya minus
7. Lip balm biar enggak kering
8. Hand and body lotion biar kulit tetap sehat

Sebenarnya kalau buatku yang berjilbab, musim dingin ini semacam memberikan opini ke diri sendiri, "Untung jilbaban jadi dinginnya enggak nemen-nemen," Hehehe. Orang-orang lihat hijabers cem aku yang notabene krubut-krubut pun cuek-cuek aja. Yaeyalahh... justru kalau musim dingin pakai minii banget baru dah mengundang pertanyaan, "Sehat, Mb?"

Tantangan baru akan muncul pas musim panas yang konon bisa lebih panas daripada musim kemaraunya Indonesia. Buatku bukan musim panasnya, tapii pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul karena panas-panas kok ditutupin sedemikian rupa kayak sauna, "Are you okay?" Xixixi. Kita lihat saja nanti pas musim panas, yes.

Adapun penampakan kami di musim dingin ini seperti ini

Meski awalny enggak mau, tapi setelah merasakan langsung dinginnya akhirny mau juga. Dokpri.
Jujur buatku yang jilbaban penampakan keseharian sama pas musim dingin kok ya enggak yang terlalu banget bedanya, palingan bedanya di heat tech. Foto: dokpri.

Meski suami dan anak terlihat enggak tebel-tebel amat, tapi sesungguhnya mereka dah pakai pelapis kok. Foto: dokpri.
Selain hal-hal yang udah kusebutkan di atas, baik berupa tulisan maupun gambar, musim dingin ini juga bikin malam lebih panjang daripada siang. Misal yang kualami selama di sini, ya. Matahari muncul jam 7-an. Solat maghrib jam setengah lima sore karena emang matahari dah tenggelam. Enak banget buat yang puasa. Xixixi. 

Misiku sekarang adalah mencari salju. Segitunya, Mb? Ealah, kan harus dimanfaatin mumpung di sini. Huehehe. Moga-moga pas tante dan omnya Taka ke sini besok teruss kami cuzz ke tempat yang emang katanyaa bersaljuu... moga-moga bisa sesuai ekspektasikuu. 

Ehm... emang ya manusia itu selalu penasaran sama hal yang belum ia ketahui. Padahal mah kalau dah tahu ya mungkin jadi biasa aja.

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)