Hari ke-11: Jepang, Surga bagi Kamu yang Introver
Namun, dari durasi yang masih belum lama itu ditambah mengingat apa yang sudah saya baca dan lihat melalui dorama, kesan pertama saya terhadap negaranya Takeshi Kaneshiro ini adalah... Jepang cucok meong buat mereka yang introver. SURGA!!
Risih dengan pertanyaan:
- kapan nikah?
- kapan punya anak?
- kapan nambah lagi?
- kapan...
- kok belum nikah?
- kok belum punya anak?
- kok anaknya cowok semua?
- kok anaknya cewek semua?
- kok cuma jadi ibu rumah tangga?
- kok tega ninggalin anak?
- pakai KB apa?
- kok suaminy lembur mulu?
- kok LDM?
- kok...
Entah, meski belum lama mengenal, tapi kesan pertama saya adalah... di sini privasi alias ruang pribadi begitu dijunjung tinggi. Yaa, yang penting enggak ganggu atau merugikan orang lain. Itu aja sih poinnya.
Bagi mereka yang kebutuhan akan ruang untuk diri sendiri begitu tinggi, bukan ansos loh ya, pertanyaan atau pernyataan yang sifatnya pribadi banget itu kadang bisa bikin ehem... anu... entahlah. Padahal, statement tersebut begitu lumrah kita jumpai di tanah air karena memang kulturnya dianggap bentuk kepedulian, rasa hangat, dan keakraban. Faktanya, enggak semua orang nyaman. Yang baca postingan ini sambil senyum-senyum salah satunya.
Laluuu, apa dasar saya bilang bahwa Jepang adalah surga bagi mereka yang introver? Ya, meski ini hanyalah sekadar opini pribadi, tapi teteup ada dasarnyalah ya hingga bisa berkesimpulan seperti itu.
Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus paham dulu pengertian introver. Selama ini, orang-orang lebih sering menganggap karakter tersebut identik dengan sifat pemalu, suka menyendiri, kelam, sepi, dan semacamnya. Padahal, enggak! Bahkan, orang yang sering bersosialisasi atau tampil di depan umum pun, bisa jadi ia sebenarnya introver. Saya pernah membahasnya lebih lanjut di postingan ini. Silakan dibaca sendiri, ya. Semoga tidak salah paham lagi. Hehe.
![]() |
| Beli sendiri, hitung sendiri, dan bayar belanjaan sendiri. Foto: dokumentasi pribadi. |
![]() |
| Enggak perlu tukang parkir, semua serba otomatis, termasuk parkir sepeda pancal. Foto: dokumentasi pribadi. |
![]() |
| Mengisi PASMO untuk naik bus atau kereta di mesin otomatis. Foto: dokumentasi pribadi. |
![]() |
| Vending mesin di mana-mana. Foto: dokumentasi pribadi. |
![]() |
| Lalu lalang orang di Akihabara. Semua saling menghormati privasi. Foto: dokumentasi pribadi. |
![]() |
| Di dekat Stasiun Tokyo sehari setelah tahun baru, semua rapi meski ramai. Foto: dokpri. |







0 comments
Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)