4 Cara agar Barang Koleksi Tetap Ramah Kantong

By Miyosi Ariefiansyah - November 30, 2018



Adakah di antara teman-teman yang sedikit kebingungan ketika ditanya di rumah ngoleksi apa? Jika iya, alhamdulillah kita sama. :) Saya pun.

Sejatinya, saya pecinta hidup praktis. Kalau terlalu banyak yang disimpan, yang ada malah lupa ditaruh di mana. Xixixi. Deuh, cewek macam apa ini. Jadi ya sudah, cukup ibu saya saja yang mengoleksi banyak barang. Saya? Lebih menikmati dan memilih hidup minimalis.

Sampai detik ini, tercatat hanya DUA barang saja yang jadi bahan koleksi. Itu pun yang satu koleksi suami. Teman-teman yang sudah mengenal saya pasti tahu kok 2 barang koleksi tsb. Mereka selalu ada di mana pun kami tinggal. Di setiap tempat, Bekasi - Lampung - Balikpapan, kami hampir selalu "menumpuk" alias membeli 2 barang tsb.

Apa saja?

BUKU
Saya mencintai buku sejak bisa membaca. Alasannya sederhana: buku membuat jiwa saya sehat. Buku adalah sahabat sekaligus teman dalam berbagai situasi. Buku membawa saya ke mana-mana tanpa harus ke mana-mana. Hanya bermodalkan duduk manis, beres. Enggak heran, di setiap tempat yang saya tinggali, koleksi buku saya nambah. Koleksi yang artinya PR buat saya untuk segera dibaca.
Baru-baru ini, karena alasan riweh pas pindah, saya jadi lebih suka beli ebook (legal) daripada buku fisik.

GUNPLA
Kalau ini koleksi suami. Dia suka proses merakitnya yang notabene melatih kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Oh iya, beberapa waktu yang lalu saat ke Jakarta, kami bertiga sempat menghadiri festival gundam di Kota Kasablanka (Kokas). Lebih tepatnya sih saya dan Taka yang mengantar suami cuci mata. LOL.

Dua barang tsb dipastikan akan selalu ada di mana pun kami tinggal. Bukan karena di bawa ke mana-mana, tapi karena kami beli lagi yang lain.

Lalu, apakah barang koleksi kami menguras kantong? Enggak. Kami menggunakan trik ini biasanya:


  1. Membuat dana khusus untuk memanjakan diri sendiri yang persentasenya disesuaikan dengan kebutuhan.
  2. Mendisiplinkan diri dengan membeli atau menikmati barang koleksi secara berkala (tidak setiap saat), khusus untuk yang harganya relatif mahal.
  3. Memanfaatkan diskon.
  4. Mencatat pengeluaran untuk barang koleksi.


Pengeluaran untuk barang koleksi bisa jadi tidak material, namun jika dilakukan terus-menerus (tidak terjadwal dengan baik), maka pengeluaran yang sedikit demi sedikit tapi sering tersebut bisa mengganggu stabilitas ekonomi keluarga. Enggak mau, kan.


Penginnya sih di mana pun tinggal, kami tetap bisa menikmati dua barang koleksi tersebut tanpa harus membuat anggaran jebol. Hehe.


Kalau kamu gimana?


Referensi:
https://www.ummi-online.com/4-tips-memperlakukan-hobi-agar-tidak-mengganggu-stabilitas-keuangan-keluarga/

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Kalau saya belum bisa pindah dari buku fisik ke ebook, Mba. Rasanya memandang dereran buku dan menyentuhnya tuh mendatangkan kebahagiaan 😂

    ReplyDelete
  2. Opo iku gunpla? :D
    Aq kok masih gak tertarik beli ebook ya, rasanya kurang pas gitu kalo baca tapi bukan megang buku. Hehe

    ReplyDelete