Hari ke-207 di Jepang: Sharing Sederhana dari Negeri Sakura
Entahlah. Yang jelas bukan karena tidak punya waktu, tidakk. Saya dan suami berbagi tugas kok. Alhamdulillah saya menikah dengan laki-laki yang tidak menjunjung tinggi budaya patriarki. Terima kasih untuk mama mertua yang udah mendidik suami jadi seperti itu. Ya, kami berbagi tugas rumah tangga, bahkan jauh sebelum punya anak.
Selama di sini, hampir tiap hari (kalau enggak hujan) saya lari berkilo-kilo meninggalkan suami dan anak sebagai bentuk refreshing. Ayahnya Taka malah sangat sangat mendukung. :D
Jadi, alasan tidak seambisius dulu jelas bukan karena waktu atau semacamnya.
Jika dulu saya sangat menikmati sibuk menulis dan berkecimpung di dalamnya sampai-sampai ada selentingan, "Nulis mulu, kapan punya anaknya?", maka sekarang ini sebaliknya. Dan jika dulu saya sangat aktif di medsos sampai-sampai Mbak Ica sempat komen, "Heh, Mbak Mio mo nonaktif dari medsos? Bisa gegar otak dia mah," LOL untuk menggambarkan saking enggak mungkinnya, nyatanya sekarang bisa berubah 180 derajat. FB aja udah saya nonaktifkan. :D


0 comments
Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)