5 Hal yang Bisa Menguatkan ketika Mereka Bilang Kamu Enggak Cantik

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - March 14, 2019


Ada kalanya, kamu merasa banyak kurangnya sebagai manusia, utamanya wanita. Ditambah lagi, kata-kata menjatuhkan dari mereka yang seolah semakin menguatkan bahwa kamu bukanlah sosok yang istimewa dan tidak pantas merasa istimewa.

Kamu pun melihat di kaca, di sana ada bayanganmu, yang menurutmu jauh dari kata cantik apalagi memesona. Kamu mulai mengutuki diri sendiri. Kamu bertanya. Kamu protes. Kamu menggugat.

"Kenapa aku seperti ini?"

Sementara itu, di sisi lain, kata-kata negatif mereka kepadamu terus menggaung di telinga.

"Kamu item banget,"
"Kamu kok gendut banget"
"Kamu kurus, ih,"
"Pucat gitu, jelek, ah,"

Seolah, setiap kalimat yang mereka ucapkan padamu adalah kitab suci yang harus kamu percaya. Ah, naif sekali kamu.

Padahal, jika mengingat 5 hal ini, mungkin kata-kata sampah mereka tidak akan terpatri.


1. Mereka bilang kamu tidak cantik, mereka lupa standar kecantikan tiap orang berbeda
Ya, standar kecantikan setiap orang berbeda. Kenapa harus dibuat sama. Anggap saja mereka yang selalu mengkritik penampilanmu itu memang beda prinsip denganmu.


2. Mereka selalu mengkritik semua penampilanmu. Kurus dibilang tua. Gemuk dibilang jelek. Putih dibilang pucat. Eksotis dibilang kering. Ah, apa mereka sendiri sudah berkaca?
Menjatuhkan orang lain sangat mudah, tinggal diberi kata-kata pedas saja beres. Lebih-lebih jika lawan bicara adalah orang yang sensitif. Yang susah itu, mengoreksi diri sendiri. Sungguh benar peribahasa kuman di lautan nampak, gajak di pelupuk mata tidak nampak.


3. Cantik tidak hanya persoalan fisik, tapi juga hati
Indahnya raga mungkin bisa membuat siapa pun yang melihat terpesona. Tapi, tidak menjamin akan begitu seterusnya jika tanpa disertai sikap yang membuat nyaman. Dan, hanya yang memiliki hati baiklah yang bisa membuat nyaman orang lain. Sangat mudah membuat cantik secara fisik, tapi hati? Tidak semua orang mau.


4. Dibilang jelek tidak akan membuat duniamu hancur, justru kamu makin paham siapa yang benar-benar tulus kepadamu.


5. Menghina sesama manusia berarti menghina Sang Pencipta. Apa tidak takut?


Jangan sedih jika ada yang membuatmu merasa tidak cantik. Jangan pula terpengaruh. Sungguh, kebahagiaanmu ada di tanganmu sendiri, bukan di tangan mereka di pendapat mereka lebih-lebih yang berpotensi membuatmu merasa tidak berharga. Jangan terpengaruh. Rugi. Siapa pun dirimu dan seperti apa kondisimu, yakinlah bahwa kamu cantik. Jika kamu tidak mencintai diri sendiri, lalu bagaimana mungkin mereka akan menghormatimu. Yakinlah, kamu istimewa, kamu berharga. Kata-kata negatif mereka tidak berarti apa-apa.

  • Share:

You Might Also Like

21 comments

  1. Betul mba... Setuju sama kalimat mengoreksi diri jauh lebih sulit dan menghina ciptaaanNya sama aja dengan menghina Sang Pencipta. 😊

    ReplyDelete
  2. Orang bisanya emang ngatain tapi lupa introspeksi diri. Hal yang paling tepat yaitu memperbaiki diri dulu baru mengkritik orang lain

    ReplyDelete
  3. Tul banget Mbaaak, standar kecantikan tiap orang beda beda. Komenin fisik orang termasuk body shaming juga sih, bisa kena pidana πŸ™ˆ

    ReplyDelete
  4. saya sering nih jadi korban beginian.
    akhirnya lama-lama cuek ajah. prinsipnya sih, jelek nggak papa, yang penting nanti masuk surga. hahahahha

    ReplyDelete
  5. Jadi kalo ada orang bilang kita macem2 kita gak usah gubris yak, tunjukkin aja kelebihan, dan selalu menghargai diri sendiri.

    ReplyDelete
  6. Bener tuh mba..
    Kyk yg bener yg komen itu huft

    ReplyDelete
  7. Dari post ini aku ikut mendukung STOP BULLYING !.
    Sikap ngga banget menghina fisik dan mencampuri urusan orang.
    Terus terang aku suka kesal kalau secara kebetulan dengar kasak kasuk ngomongin seseorang begini begitu ..., aneh saja buatku sikap begitu, kok kayak sempurna saja.

    ReplyDelete
  8. Kalau ada yang menghina jelek langsung jawab ''Kaya sendirinya bagus aja''. Hehe

    ReplyDelete
  9. aku emang gak cantik mbak (kata suamiku, aku tuh manis bukan cantik) hehehehe. Bersyukur dengan apa yang sudah dikasih ke kita aja toh mbak, biar hati tetap selalu bahagia hehehe

    ReplyDelete
  10. Mantuk nih mba, rasanya kalau ada orang yg bahas soal body shaming pengen tak cubit sekaligus ingetin biar dia bisa lebih jaga lisan dan perasaan orang tersebut. Maybe, dia kurang kasih sayang ortunya pas kecil, jadi pemahamannya soal menjaga lisan masih terbatas #mikir

    ReplyDelete
  11. Nah noted nih mbak. Tambahan selalu bilang orang ga cantik tapi ga ngaca kalo dirinya emang udah cantik belom hehe *keluarjulidnya

    ReplyDelete
  12. Gak cantik di mata satu orang, belum tentu di mata yang lain. Bukankah kecantikan itu relatif? Lagipula ada kecantikan yang lebih penting yakni kecantikan hati.

    ReplyDelete
  13. Hati2 body shaming ada hukumannya..hehehe
    Mereka yang blg bgini bgitu , mgkn perlu pakai kacamata kuda😁

    ReplyDelete
  14. Nah ini pernah aku alamin dulu waktu SMP-SMA merasa sangat ga cantik mba. Ak d bully karena ak gemuk dan berjerawat, ternyata ya fisik bisa kok berubah. Tapi cantik dari hati ya sulit

    ReplyDelete
  15. Saya dari dulu sering dibilang item mba hahahaha dari jaman SD - SMP, SMA udah gak lagi sih mungkin karena saya lumayan galak dan ketua kelas hahahaha jadi gak pada berani

    ReplyDelete
  16. Duh, body shaming seperti ini sedang marak di dunia maya, nih. Mungkin si pengejek merasa aman karena bisa membuli hanya dengan ketikan, kadang pakai akun samaran. Padahal hati si pengejek udah banyak nodanya, tuh.

    Iyes, untuk yg diejek tidak cantik, tetap semangat! Yang bisa dilihat pertama memang fisik, tapi jelas bahwa fisik bukan segalanya. Fisik itu fana, tapi kecantikan hati lah yang akan abadi dan biasanya lebih bisa memikat hati.

    ReplyDelete
  17. Saya setuju mbak kalo cantik itu nggak bisa hanya diukur dari penampilan luar atau fisik. Krn sesungguhnya inner beauty itu jauh lebih penting dan punya magnet tersendiri.
    Kalo saya... Hinaan spt ini akan menjadi motivasi utk menunjukkan bahwa yg dikatakannya salah besar😊😊

    ReplyDelete
  18. Ah, kalau aku mah dibilang apa saja ya EGP mbak emang gue pikirin krena sya tipe orng yg nggak Peduli omongan orang apalagi ttg fisik begitu. Kayak mereka sempurna aja. Heheehe

    ReplyDelete
  19. Setujuuu...
    Harusnya sih memang nggak perlu digubris yang macem ginian. Capek sendiri nanti.

    ReplyDelete
  20. Benar mbak. Kalau bagi saya sih, terserah apa kata orang. Yang penting menurut suami dan anak kita selalu cantik. Itu sih dah cukup banget. 😁

    ReplyDelete
  21. dannnn ketika ada hukum untuk menjerat pelaku body shaming ini, ternyata masih banyak yang suka nyolot ajaa ya mbaaa. kalo aku biasanya kucuekin aja, ntar juga orangnya bosen sendiri, hehe

    ReplyDelete

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)