Melahirkan secara Caesar? Perjuangan Baru Dimulai setelah Operasi

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - April 09, 2019


"Mi, kadang-kadang masih suka cekit-cekit nggak, sih?"
 Pertanyaan yang kerap datang.

Dua tahun yang lalu, aku menjalani operasi caesar. Rada lupa juga sih sensasinya gimana. Yang jelas sejauh ini, aku belum pernah merasa cekit-cekit lagi. Dan, emang enggak pengin.

Padahal, banyak yang bilang kalau operasi caesar itu pemulihannya seumur hidup. Jika tiba-tiba perut melilit enggak biasa misalnya, bisa jadi itu karena efek pernah operasi caesar. Begitu sih katanya. Tapi sampai detik ini, aku enggak mengalaminya. Atau, sebenarnya udah pernah mengalami, tapi akunya yang enggak peka? Entahlah... hehe.

Teman-teman yang pernah menjalani operasi caesar sendiri gimana? Masih ingat, nggak?

Buatku, yang tersisa dari operasi caesar saat itu adalah... ehm... seolah diingatkan... bahwa nikmat sehat dan bisa ke mana aja adalah sebuah kebahagiaan sejati. Itu kali, ya. Karena, aku merasa seperti seorang pesakitan saat itu.

Semua bermula saat efek bius berakhir.

Sesaat setelah bayi dikeluarkan dari rahim, dokter disibukkan dengan kegiatan nutup perut. Aku masih ingat sekilas saat itu sempat ngelihat benangnya. Xixixi. Suamikuu juga enggak sengaja moto isi perutku yang terburai dan terpampang nyata saat mengambil gambarnya Taka. Hikmah lagi rasanya, bahwa mau secantik apa pun seorang wanita, isi perutnya ya sama aja. Ada usus, hati, ginjal, rahim, dll. Sama aja, to.

Setelah perutku nutup kembali, mereka membawaku ke ruang pemulihan. Rada lupa juga persisnya gimana, tapi kayaknya selang infus dan kateter masih terpasang. Hal itu membuatku enggak nyaman bangett. Rasanya pengin segera loncat, tapi apalah daya lha wong sebagian tubuh masih mati rasa.

Keluarga terdekat dipersilahkan nyamperin aku di ruang pemulihan tsb. Ada ortu, mertua, dan saudara. Mereka semua kayak yang terharuu gitu. Ya, aku juga terharu, sih. Tapi dalam ati benar-benar mbatin pengin segera bisa ngapain aja terus main sama anakku. :)

"Sabar ya, Bun. Nikmati prosesnya," suster cantik saat itu beberapa kali bilang begitu. Seolah, dia tahu apa yang kupikirkan dan kuinginkan. Iya, aku emang udah enggak sabar. Rasanya kok jadi beban orang-orang sekampung gini, ya. Padahal itu kan wajar. Semua ibu yang melahirkan juga begitu. Akunya aja kali yang mikir gini.

Beberapa saat kemudian, kayaknya pas efek biusnya udah mulai habis, aku dipindah ke kamar pasien. Di sana, sudah ada mertua dan orang tua. Kalau suami kan emang kilar-kilir ke ruangan bayi dan aku, ya. Pejuang keluarga banget. Lap yu, Mas.

Efek bius yang sudah hilang baru benar-benar terasa ketika sudah di kamar pasien. "Oh, jadi begini, ya," batinku membenarkan banyak artikel tentang operasi caesar yang kubaca sebelum melahirkan.

Enggak perlu kudeskripsikan bagaimana sakitnya sih, ya. Yang jelas, ibarat tubuh dibelah jadi dua kemudian disatukan lagi. Ya, imajinasikan saja sendiri, yaa.

Aku pun baru benar-benar paham dan mengerti gimana operasi caesar setelah menjalaninya sendiri.

BEGINI RASANYA. :)

Di hari pertama, aku nurutin perintah dokter untuk enggak mandi, belajar geraknya dikit-dikit dan pelan-pelan, dan disuruh banyak istirahat.

Padahal, yang ada dalam bayanganku waktu itu adalah mandi, dandan cantik, dan gendong bayi. Tapi apalah daya ekspektasi dan fakta sungguh jauh berbeda.

Melahirkan, mau apa pun caranya, adalah peristiwa besar. Aku tahu ini. Sangat paham. Hanya saja, aku ngerasa enggak nyangka kalau bisa SERAPUH itu secara fisik. Miring sakit, tertawa sakit, batuk sakit, semuaanyaa. Setiap gerakan yang kubuat sekecil apa pun itu selalu menimbulkan rasa sakit luarrr biasaa di perut dan punggung. Meski demikian, aku sangat bersyukur karena bisa mengASIhi lumayan lancar tanpa hambatan berarti.

Di hari kedua, aku enggak tahan lagi untuk enggak gerak. Setelah kateter dan infus dilepas, aku langsung cuz ke kamar mandi. Jangan bayangin jalan seperti orang normal. Ya, meski aku sempat lupa kalau baru menjalani operasi caesar dan baru sadar saat perutku seperti terkoyak efek angkat koper untuk mengambil pakaian ganti.

Jika dalam kondisi normal, bisa BAB dan mandi adalah suatu hal yang sangat biasa. Apa istimewanya. Ya, kan. Namun, bagiku -dan mungkin bagi semua ibu yang melahirkan secara caesar- bisa mandi keramas sekaligus BAB adalah sebuah kenikmatan yang wajib disyukuri.

Masuk rumah Kamis malam, pulangnya Senin sore. Selama di sana, aku belajar jalan dan segala macam gerakan yang sekiranya enggak berat. Semakin kita manjain, rasa sakit setelah operasi caesar akan makin lama sembuhnya.

Kalau kalian sendiri gimana? Hal menarik apa yang paling kalian ingat setelah operasi caesar? :)

  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. Saya paling ingat setelah keluar dari ruang operasi dan diantar ke kamar rawat inap, saya menggigil luar biasa dan suhu tubuh naik. Kata perawat disana memang efek pascar operasi seperti itu. Sampai tempat tidur bergoyang sangking kencangnya menggigil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mb
      Seolah diingatkan lagi
      Waktu itu saya kok lebih ke nge-blank trus pengin cepet2 sgra kembali sprti smula huhuhu

      Delete
    2. sama, ini yang kurasakan juga. dan sempet marah sama susternya, karena sebel orang lagi menggigil mereka malah asyik ngobrol soal alat entah apalah itu yang ngga jalan

      Delete
  2. Aku ga bisa ditemenin siapa-siapa mba pas SC, melas karena pertama kali operasi, ditinggal sendiri pula. Berasa mau diapain gituuu. Haha

    ReplyDelete
  3. Ya ampuunnn saya mau pingsan baca adegan foto isi perut, sampai sedetail gitu mba? kalau suami saya duah pingsan kali sebelum moto hahaha.

    Betewe saya sesar 2 kali gak ada yang nemanin, yang pertama sih masih enak, dokternya ramah, saya dipeluk2 selama suntik anestesi.
    dan selama sesar saya menggigil entah karena takut atau emang dingin.

    Yang kedua baru deh ngenes, yang bertugas laki semua, cuman ada 1 perempuan, dan masang kateter di ruang operasi oleh perawat laki, langsung saja saya mencak2 malu, akhirnya dipasangin ama dokter cewek wakakaka, kasian banget tuh dokter turun kerjaan gitu :D

    ReplyDelete
  4. Hedehhh... Rasanya langsung nyeri perut ini pas baca. Padahal nggak ada deskripsi yg terlalu "vulgar", nggak ada foto aneh2 pula hahaha

    Waktu itu udah kerasa nggak sakit lagi setelah berapa lama, mbak?

    ReplyDelete

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)