Pengalaman Memperpanjang Paspor Diri dan Anak di Manado

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - February 01, 2024

 

Tak seperti saat mengurus paspor pertama kali yang rada ribet (pernah kutulis di sini dan di sini), memperpanjang paspor ternyata cukup mudah. Ini pengalamanku perpanjang paspor diri sendiri dan anak di Manado!

Mengapa Memperpanjang?

Jika ditanya demikian, jawabannya sudah jelas: karena mau habis. Sebenarnya, expired pasporku dan Taka masih Agustus. Tapi berhubung kami berencana pergi ke suatu tempat dan saat beli tiket baru sadar kalau paspor yang masa berlakunya kurang dari 6 bulan tak bisa melakukan transaksi, jadinya ya mau enggak mau harus memperpanjang dulu. 

Bersyukur, tahun kemarin, aku sempat menemani teman yang memperpanjang paspor, sudah ada bayangan. Jujur aja, aku tuh udah lupa langkah-langkahnya gimana. Lima tahun ternyata bisa menyebabkan orang "amnesia" ya. Masih beruntung saat itu aku menuliskan pengalaman membuat paspor di blog ini, jadi bisa dibaca lagi di saat-saat seperti ini (selain melihat langsung saat menemani temanku).

Membuat Paspor di 2019 Beda dengan Memperpanjang Paspor di 2024

Yess!! Aku juga baru tahu kalau peraturannya sudah berubah. Apa saja bedanya?

1. Dulu, aku harus mengantre online dulu melalui aplikasi bernama APAPO (Aplikasi Layanan Paspor Online). Sekarang, aplikasi tsb sudah tak lagi digunakan, berganti dengan M-Paspor.

2. APAPO hanya untuk mengambil antrean online, selebihnya (mulai dari pengisian data sampai pembayaran) dilakukan di KANIM. Sementara M-Paspor hampir meng-handle semuanya mulai dari pemilihan lokasi, waktu, pengisian data, hingga pembayaran. Jadi saat di KANIM, waktu yang kita butuhkan hanya sebentar. Lebih praktis.

Syarat Memperpanjang Paspor

1. Download dulu aplikasi M-Paspor, isi sesuai petunjuk. Jangan gegabah saat mengisi, hari-hari banget, ya.

2. Kita akan dapat kode pembayaran untuk menyelesaikan transaksi.

3. Setelah melakukan pembayaran, kita akan mendapatkan surat (ada di aplikasinya) yang harus kita print dan bawa.

4. Kita boleh re-schedule karena ini yang kulakukan: mengubah jadwal kedatangan dari Selasa pagi ke Kamis siang. Aku hampir lupa kalau anakku harus sekolah dulu. 🤣🤭

Dokumen yang Harus Dibawa ke KANIM

1. Fotokopi KTP diri sendiri

2. Fotokopi KTA anak

3. Fotokopi KTP kita dan suami (untuk memperpanjang paspor anak)

4. Fotokopi paspor masing-masing

5. Fotokopi Kartu Keluarga

6. Fotokopi Buku Nikah

7. Fotokopi Akta Lahir masing-masing (aku dan anakku)

8. Surat pernyataan orang tua (dapat di KANIM, diisi dengan tinta hitam, dan jangan lupa materai 10 ribu)

Oh iya untuk fotokopi KTP dan Paspor enggak boleh digabung dalam satu kertas, yaa. Inilah kesalahanku, jadinya harus bolak-balik. Pun masalah tanda tangan untuk surat pernyataan orang tua. Suamiku pakai tinta biru padahal harusnya hitam, jadinya harus bolak-balik juga. Udah gitu setelah berkali-kali bolak-balik, pasporku ketinggalan di rumah. 🤣🤣🤣 Untungnya jarak KANIM dan rumah dinas dekat. Enggak bayangin kalau jauh. 

Satu lagi, jangan lupa membawa yang aslinya, jangan hanya fotokopiannya saja. Kalau ini, aku udah mengantisipasi, sih. Jadi saat petugas menanyakan KTP, KK, dan Akta Kelahiran yang asli (hanya dilihat saja), aku tinggal menyodorkan.

Biaya yang Dikeluarkan

Berhubung aku memilih paspor elektronik dengan waktu proses normal (enggak dipercepat) jadi biayanya @ Rp650.000,- Pun untuk bocah, enggak ada perbedaan. Biaya lain ya printilan-printilan seperti fotokopi, materai, dll. Selebihnya, ENGGAK!

Proses di Kantor Imigrasi Manado Jalan 17 Agustus

My first impression... petugasnya ramaahh dan sangat membantu. Proses dari awal hingga akhir di kantornya juga cenderung lancarr. Bilapun ada catatan palingan Taka yang disuruh ganti baju karena sebisa mungkin jangan pakai atasan warna putih. Masalah antrean juga biasa aja atau kalau boleh dibilang lenggang. Sat set bangetlah pokoknya enggak sampai memakan waktu berjam-jam. Alhamdulillah.

Proses Pengambilan Paspor

Aku mengurus perpanjangan paspor Kamis, mengambil paspor baru Rabu minggu depannya. Sebenarnya proses pengambilannya pun lancar. Syarat pengambilan juga hanya fotokopi KK dan KTP asli (hanya ditunjukkan saja). Hanya saja, sedikit lebih lama karena aku harus membuat surat pernyataan + materai 10.000 untuk mengambil paspor lama (formulirny dapat dari petugas). Selebihnya, lancarr.

Alhamdulillah, proses perpanjangan pasporku dan Taka di Manado tidak mengalami kendala yang berarti. Semoga rencana di tahun ini/depan yang notabene butuh paspor bisa berjalan lancar juga. Aamiin.




  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)