Di Rumah Bisa Ngapain Aja?
Sebagaimana mata uang yang punya dua sisi berbeda, aku pun: meskipun suka halan-halan alias jalan-jalan, tapi bukan berarti enggak betah di rumah. Malah kalau sudah pewee ngendon, mau keluar rasanya malaasss, apalagi kalau cuaca sangat tidak mendukung. 🤣 Sebenarnya sih intinya satu, yes: di luar bisa, di dalam oke juga. Dua-duanya seruu kok.
Nah, di postingan kali ini, aku ingin lebih membahas di rumah bisa ngapain aja? Dan jawabannya adalah buaanyaakk. Hanya saja, karena secara kasat mata enggak terlihat kita ngapain (kecuali sengaja ditunjukkan di medsos kegiatan per hari/per jam), makanya di rumah aja identik dengan enggak ngapa-ngapain.
Buatku, produktif bisa di mana saja. Bukan masalah tempatnya, tapi ngapain/apa yang dilakukan. Bukan masalah di mananya, tapi sedang apa. Begitulah kira-kira.
Terus, di rumah bisa ngapain aja selain tidur?
1. Kerja online
2. Main sama anak (main plus belajar)
3. Menata kondisi rumah biar ada penyegaran
4. Meningkatkan skill apa pun dengan belajar via online entah itu mengikuti langsung atau hanya dengan melihat tayangan
5. Senam/olahraga lain yang bisa dilakukan di rumah
Kelima poin di atas adalah yang suka/sering kukerjakan. Poin lain sih masih banyak, misalnya:
6. Berkebun
7. Memasak
8. Apa lagi?
Sebenarnya bagi orang-orang tertentu, di rumah dan sibuk sendiri tanpa harus orang lain tahu itu surga, maksudnya enggak masalah... meskipun sebagai makhluk sosial pastinya butuh interaksi.
Ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan di rumah yang membuat kita jadi enggak bosan. Kalau masih bingung juga mau ngapain di rumah aja, mungkin beberapa poin di bawah ini bisa dipertimbangkan:
1. Hobi/kesukaan kita apa? Tidak semua orang suka berkebun/menulis/memasak/dll meskipun hampir semua orang bisa melakukannya. Nah, coba tanyakan ke diri sendiri, apa sih kesukaan kita? Kira-kira, bisa dipraktikkan di rumah, nggak?
2. Mencoba hal baru
3. Masalah hidup kita apa? Misal, kita merasa perlu melihat tayangan seputar kesehatan mental sebagai refleksi diri (bukan mendiagnosis)
4. Menulis perjalanan yang pernah kita lakukan
5. Ada ide lagi?
Jalan-jalan memang sangat menyenangkan. Melihat dan mengamati kondisi sekitar, mentadaburi ciptaan Allah, mendapatkan pengalaman yang berkesan, dan lain sebagainya. Tapii, bukan berarti ketika harus lebih banyak di rumah saja hidup jadi membosankan. Jika itu memang yang terbaik yang harus dipilih saat ini, kenapa tidak.
Beberapa waktu yang lalu, aku melihat tayangan di YouTube tentang kegiatan sehari-hari orang yang tinggal di pulau paling terpencil di dunia. Ehm, cara dia menceritakan kegiatannya begitu menarik. Sebagai penonton, aku jadi "tersihir". Bukan kemudian langsung ingin jadi dia tinggal di tempat terpencil, bukaann, tapi jadi semakin diingatkan lagii lagii dan lagii bahwa hidup selain harus diperjuangkan juga harus dinikmati, dirasakan.
Semoga kita bisa menikmati sisa waktu yang ada, ya.
Jalan-jalan, yes.
Di rumah aja, sip.
Semangat!
Tadabbur Al-Qur'an Juz 26 - 27
Ini adalah lanjutan materi sebelumnya. Aku copas dari catatanku setahun yang lalu. Sebagai pengingat diri nih utamanya, huehehe. Semoga kita semua bisa jadi lebih baik setiap harinya, ya. Aamiin.
**
Materi dari Teh Rifka
Juz 26
Beberapa poin pentingnya:
Surah Al Ahqaf
a. Karakter orang-orang istiqomah: tidak ada keraguan, mereka yakin akan pertolongan dan janji Allah, dan mereka tidak khawatir tidak pula bersedih hati.
b. Tentang usia 40 yakni usia ketika seseorang berada dalam kondisi matang, maka sudah seharusnya manusia:
- memperbanyak syukur
- meminta untuk selalu diberi petunjuk agar bisa terus beramal sholeh yang kebaikannya bisa terus mengalir ke anak cucu
- bertaubat
- menata agar diri lebih baik lagi
- berserah diri
Fitrah usia 40 tahun adalah porsi mempelajari akhirat yang lebih banyak. Kalau di usia tsb belum terlihat arah mendekatkan diri kepada Allah, maka akan sulit di atas itu bisa menjadi lebih baik lagi.
c. Tentang kaum 'Ad yang diberi banyak kelebihan, namun ketika Nabi Hud diutus Allah untuk mendakwahi, mereka mengingkari. Maka kemudian Allah memberi mereka mereka azab.
d. Perjuangan Nabi dan Rasul begitu berat, Allah menguatkan mereka dengan menyuruh untuk bersabar.
Surah Muhammad
a. Tentang perintah menegakkan syariat di mana pun kita berada.
b. Tentang gambaran surga untuk orang-orang beriman.
c. Perintah Allah untuk mentadaburi Al-Qur'an.
Surah Al-Fath
a. Yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang mukmin adalah Allah. Maka mintalah ketenangan kepada Allah ketika kita gundah, ikuti majelis ilmu yang mengingatkan kebaikan, dan bacalah Al-Qur'an.
b. Lemahnya iman dan prasangka buruk membuat kaum badui tidak mau berjuang bersama Rasulullah.
Surah Al-Hujurat
a. Tentang pentingnya tabayyun, jangan langsung meyakini.
b. Orang-orang mukmin itu bersaudara
c. Etika dalam bergaul/bersaudara: jangan mengolok-olok, jangan saling mencela, jangan saling memanggil dengan gelar yang buruk, jauhi prasangka, jangan mencari-cari kesalahan, dan jangan bergunjing.
Surah Qaf
a. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati kita
b. Apa yang keluar dari lisan kita semuanya dicatat
Sesi Diskusi:
- Perlu hati-hati dalam mengingatkan teman, sekalipun maksudnya baik/karena khawatir.
- Cadar adalah bagian dari syariah, jangan dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang sesat.
- Ketika kita hijrah ingin menjadi lebih baik, maka sesungguhnya di situlah ujian baru dimulai. Jangan membayangkan setelah hijrah langsung enak karena semua itu adalah bagian dari ujian keimanan. Misal: diejek, diolok, kesempitan harta, dll.
- Cara mengingatkan saudara: tidak dengan menghina/mencela/menusuk alias harus dengan cara yang baik.
- Pentingnya tabayyun (mengacu ke Surah Al Hujurat) di zaman sekarang dimana banyak sekali hoaks. Kalau masih ragu atau belum mengetahui kebenarannya, sebaiknya tidak di-share dulu. Selain tabayyun juga jangan lupa meminta petunjuk Allah. Dalam praktiknya, tabayyun butuh trik (cara yang lebih ahsan). (Teh Rifka)
Pesona Alam Pulau Bangka Sulawesi Utara
Jika di Sumatera ada Bangka Belitung, maka di Sulawesi ada Bangka. Ya, pulau cantik berlokasi di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara ini, berjarak sekitar 2 jam saja dari pusat kota Manado. Cukup mudah dijangkau, yes. :)
Untuk ke sana, kita harus naik speed boat terlebih dahulu dari Likupang. Tidak lama, hanya sekitar 20 menit saja sudah sampai. Tidak terasa juga karena di sepanjang perjalanan kita akan disuguhi birunya laut dan penampakan pulau-pulau kecil yang terlihat menawan meski hanya bagian ujungnya saja. :)
Menjadi Ibu adalah Anugerah
Bukan lantaran karena aku laaamaaa punyaa anak terus jadi ngasih judul di atas, bukaaann. Tapii, jujur, jadi ibu memang sebuah anugerah. Setidaknya, yang aku rasakan sih gitu, yes. Enggak bermaksud menyamaratakan kok, sungguh. Aku paham setiap orang punya pengalaman yang berbeda. :)
Buatku, menjadi ibu adalah anugerah. Betapa tidak, lha wong nyatanya ada hal-hal yang membuatku berubah drastis.
Apa aja, nih?
1. Lebih cuek dengan pendapat orang, lebih tepatnya nyinyiran kali ya lol
Kuakui sebelum punya anak, aku suka gemes kalau ada orang yang ngomong sembarangan padahal dia gak tahu apa-apa. Bila pun gak kuungkapkan secara langsung, biasanya kupendam rasa kesal itu. Setelah menjadi ibu, aku merasa diriku berubah jadi lebih cuek dan bodo amat.
2. Enggak terlalu reaktif lagi, apa-apa harus dikomen
Dulu, aku sangat aktif di FB. Sekarang? Udah gak kuaktifin lagi, maless. 🤣 Aku ingat, dulu Mba Ica komen, "Eh, Mba Mi mo gak aktif di FB? Serius? Bisa gegarotak dia!" Wkkk seolah gak mungkin emang. Alhamdulillah, ternyata bisa juga.
3. Jadi lebih santai, tapi tetap punya target
Menjadi ibu makin membuatku sadar bahwa produktif tidak hanya persoalan mengerjakan sesuatu yang dapat duit saja/melakukan sesuatu agar terlihat sibuk/apalah yang intinya ada hubungannya dengan dunia luar, bukaan... bukan tentang itu saja maksudnya, tetapi juga membangun bonding yang kuuuaatt dengan anak. Ya, yang terakhir itu juga sangat bisa dikatakan produktif. Jujur, aku menikmati ternyata. Gak nyangka juga, sih. Sebelum punya anak, tadinya kegiatan cem gini kupikir bakal bikin frustrasi. Ternyata, ga. Misal contoh kecil aja deh, semacam ada rasa puas ketika anakku akhirnya bisa baca dari yang awalnya tolah-toleh enggak tahu alfabet, ada rasa senang ketika dia mengekspresikan rasa cintanya ke aku & ayahnya, dll. Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, deh.
4. Merasa ada yang mencintaiku dengan tulus, ya suami juga sayang sih tapi kan sama dia ketemu gede. Sedangkan sama anak tuh benar-benar dari dia belum tahu bentukannya cem mana, jenis kelaminnya apa, dll... ya dari mulai sejak fase itu aku sudah merasa ada yang mencintaiku dengan sangat tulus sebagaimana aku ke dia.
Poin-poin di atas cuma secuil dari sekian banyak anugerah yang kurasakan sebagai seorang ibu. Kalau ditulis semua enggak cukup setahun. 🤣
Kadang aku berpikir, kondisi seperti ini gak selamanya. Nanti dia akan menemukan kehidupannya sendiri, akan bertemu gadis impiannya. Ehm, semoga saat peristiwa itu terjadi, aku siap. Semoga dia bertemu dengan perempuan yang baikk dan tulus (jauh amat ya doanya). Tenang aja kok, aku akan mencintai yang anakku cintai dan menyayanginya dengan sepenuh hati serta gak akan gengsi untuk mengekspresikannya. Aku yakin kalau nanti anakku akan memilih yang baik. Kata-kata adalah doa, bukan. :)
Menjadi ibu, membuatku ingat kata-kata Pak Ridwan Kamil di podcastnya siapa lupa. Beliau bilang yang intinya kita tuh sama anak ga akan lama. Akan ada saatnya, dia punya kehidupan sendiri. Yang paling lama ya pasangan, sampai mati. Intinya gitu, redaksionalnya tentu beda, ya.
Aku tahu, PR-ku sebagai ibu masih banyak secara anakku aja masih 4 th. Tapi yang jelas, aku percaya bahwa Allah akan selalu membimbingku dan suami agar bisa jadi orang tua yang baik, mau belajar lagi dan lagi. Aku tahu aku bukan ibu yang sempurna, tapi insyaallah aku mau belajar dari kesalahan agar bisa jadi lebih baik. Doakan, ya.
Tadabbur Al-Quran Juz 28-30 (Materi saat ODOJ di Tsukuba)
Salah satu yang membuat saya kangen dengan Tsukuba adalah program One Day One Juz di bulan Ramadhan. Bukan sekadar membaca dan memperbaiki cara baca, melainkan juga ada tadabbur Al-Qur'an di akhir sesi. Saya tahu, program-program seperti ini makin lama makin banyak. Alhamdulillah tentunya. Tapiii, pastii, rasanya akan sangat sangat sangat berbeda ketika berada di negeri asing dimana kita hanyalah minoritas. :) Gimana ya, enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, deh.
Saya bersyukur di setiap tempat merantau selalu dipertemukan dengan orang-orang baik. Saya yakin ini juga berkat doa ibu saya pastinya. Enggak terkecuali, di Tsukuba. Saya paling suka dengan tadabbur Al-Qur'an yang disampaikan Teh Rifka. Seperti mendongeng rasanya, sama sekali tidak terkesan menggurui tapi pesannya nampol bangettt.
Nah, di postingan ini, saya ingin share hasil catatan saya setahun yl selama mengikuti program ODOJ di bulan Ramadhan yang selalu diselipi tadabbur Al-Qur'an di setiap sesinya. :)
Tentu saja, ini juga sebagai pengingat saya sendiri. Saling mendoakan, ya.
**
Materi dari Teh Rifka
Juz 28
Beberapa poin yang digarisbawahi
Al Mujadalah
a. Ayat 1, 2, 3, 4
Sebab turun ayatnya terkait dengan salah satu tradisi pada zaman dulu yaitu dzihar, ketika istri mereka sudah berusia senja, maka laki-laki zaman jahiliyah kerap menyamakannya dengan ibunya.
Dalam konteks kekinian, ada pendapat yang bilang ketika suami memanggil bunda, umi, mama itu seperti memanggil ke ibunya. Tapi ada juga pendapat yang berbeda, yakni tidak bermaksud dan berniat menyamakan, tapi hanya sekadar panggilan untuk membahasakan anak-anaknya.
b. Tidak ada pembicaraan rahasia (bisik-bisik) yang tidak diketahui Allah. Maka janganlah melakukan pembicaraan rahasia yang sifatny permusuhan, durhaka, dll, kecuali dalam hal kebaikan.
c. Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu.
Surat Al Hasyr
a. Ketika memimpin umat di Madinah, Rasul sudah membuat peraturan dan perjanjian untuk semuanya agar bisa hidup berdampingan (tidak bertikai/bermusuhan). Namun praktikny, kaum Yahudi sering mengingkari, salah satunya Bani Nadhir seperti yang diceritakan di sini. Mereka berencana untuk membunuh Rasul dengan cara menjatuhkan batu ke Rasul.
b. Perintah Allah pada orang-orang beriman untuk bertakwa dan menghisab/mengevaluasi diri sendiri apa yang sudah dipersiapkan untuk hari esok/kiamat.
Surat Al Mumtahanah
a. Kekhawatiran Hatib akan keluarganya yang masih di Mekah yang belum berIslam membuatnya membocorkan rahasia mengenai rencana Rasul untuk menakhlukkan kota Mekah agar keluarganya bersiap-siap. Sikap Rasulullah sangat bijak menyikapi hal ini meski beberapa sahabat yang lain sempat marah.
b. Allah menguatkan perjuangan Rasulullah dengan mengangkat perjuangan Nabi Ibrahim.
c. Adab dan etika kita sebagai muslim dalam bermuamalah dengan orang kafir yang tidak memerangi kita.
As Saff
a. Jangan mengatakan yang tidak dikerjakan.
b. Pengikut Nabi Isa As yang setia.
Al Jumu'ah
a. Dalam mencari rezeki, kita harus banyak berzikir dan mengingat Allah agar menjadi kaum beruntung.
Al Munafiqun
a. Sifat jelek orang munafik seolah mengagumkan padahal seolah seperti kayu yang tersandar saja.
At Taghabun
a. Jangan sampai harta dan anak-anak melalaikan kita.
b. Perintah menginfakkan sebagian rezeki di jalan Allah.
c. Di antara istri/anak, ada yang menjadi musuh, maka berhati-hatilah.
At Talaq
a. Aturan talak dalam Islam.
At Tahrim
a. Cerita tentang riak-riak rumah tangga Rasulullah dan bagaimana Rasulullah menyikapinya, serta teguran dari Allah.
Hikmah:
- rumah tangga Rasul pun ada riak-riak (manusiawi) apalagi kita,
- ketika ada masalah, kembalikan ke Allah jangan sampai ke luar dari syariah (jangan mengharamkan yang halal atau sebaliknya)
b. Perintah Allah untuk memelihara diri sendiri dan keluarganya dari api neraka.
c. Tentang taubat nasuha
d. Allah memberikan gambaran tentang beberapa prototype keluarga Nabi/orang-orang zaman dulu:
- suami beriman, istri tidak mengikuti keimanan suaminya (Nabi Nuh, Nabi Luth)
- istri beriman, suami sebaliknya (Asiyah)
Ibroh:
- Dari kisah istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth kita belajar bahwa mengandalkan pasangan yang salih atau lingkungan yang kondusif saja tidak cukup menyelamatkan kita kelak di hari akhir kalau dari diri sendiri tidak ada keinginan kuat untuk beriman kepada Allah. Jadi tidak boleh merasa aman ketika sudah mendapat pasangan salih/berada di lingkungan kondusif.
- Dari kisah Asiyah kita belajar bahwa lingkungan tidak kondusif pun tetap bisa membuat kita lebih baik ketika ada keinginan sangat kuat (punya visi misi) dari dalam diri. Dan sebaik-baiknya visi misi adalah akhirat.
e. Tentang Maryam yang selalu memelihara kehormatan, taat beribadah, dan kokoh keimanannya.
**
Materi dari Teh Rifka
Beberapa poin penting
Juz 29
Al Mulk
a. Hidup adalah bagian dari ujian.
b. Allah menciptakan pendengaran dan penglihatan yang sempurna agar kita bersyukur. Jangan jadikan semua kenikmatan itu untuk hal maksiat, tapi untuk menunjang ibadah.
Al Qalam
a. Rasul adalah orang yang benar-benar memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur.
b. Kisah tentang pemilik kebun. Dikisahkan pemilik kebun di daerah Yaman yang saleh dan punya kebun yang luas. Setiap panen, dia selalu membagikannya ke orang-orang miskin. Suatu saat, pemilik kebun tsb meninggal. Sayang, mayoritas anak-anaknya tidak mewarisi sifat bapaknya. Mereka berdiskusi agar ketika panen tidak diketahui orang-orang miskin sehingga mereka tidak bisa meminta. Mereka berencana panen di pagi buta. Sebenarnya, ada satu anak saleh yang menasihati, tapi tidak dihiraukan. Allah menjadikan kebun mereka hitam malam harinya. Keesokan harinya, mereka panen dan tidak mendapati kondisi kebun seperti sebelum-sebelumnya. Ketika menyadari apa yang terjadi, mereka kemudian bertobat.
Hikmahnya adalah etika kita dengan orang miskin yakni tidak meremehkan orang-orang yang diuji dengan kesempitan, bahkan seharusnya berbagi rezeki.
b. Tentang istidraj, ketika kenikmatan dann kelapangan terus-menerus diberikan kepada mereka yang jauhh dari Allah, maka sesungguhnya itu adalah azab.
Al Haqqah
a. Tentang golongan orang yang menerima kitab di tangan kanan dan kiri. Allah menggambarkan kondisi mereka seperti apa.
Al Ma'arij
a. Penyakit hati yang menimpa manusia: kikir dan suka mengeluh. Terapi praktis yang bisa mengatasinya: menjaga konsistensi salat, sukarela untuk mendermakan hartanya, yakin dengan hari pembalasan, menjaga diri, menjaga amanah, dan berpegang teguh pada kesaksiannya.
Nuh
a. Tentang dakwah Nabi Nuh, bagaimana kesabaran Nabi Nuh. Siang malam berdakwah selama ratusan tahun, tapi pengikutnya hanya sedikit. Bahkan, anak dan istrinya tidak termasuk yang mengesakan Allah. Mereka masih saja sombong. Kaumnya bahkan tidak hanya mendustakan Allah, tapi juga menghina dan mengejek Nabi Nuh. Bisa dibayangkan bagaimana sabarnya Nabi Nuh.
b. Keutamaan istighfar: mendatangkan hujan, memperbanyak harta, memperbanyak anak, mengadakan kebun-kebun, dan mengadakan sungai-sungai.
c. Kaum Nabi Nuh menyembah berhala yang awalnya adalah orang saleh dikhultuskan.
Al Jinn
a. Sebab-sebab turunnya: setelah paman dan istri Rasul meninggal, Rasul berusaha mencari basis dakwah yang lain selain Mekah karena Mekah tidak kondusif. Maka kemudian, dipilihlah kota Thoif yang kondisinya lebih subur daripada Mekah. Namun sesampainya di sana, Rasul dihina dan diejek bahkan diusir serta dilempar batu. Keluar dari kota Thaif, Rasul bersandar, kemudian datang malaikat yang menjaga gunung di kota tsb. Mereka mempersilakan jika Rasul ingin menghancurkan kota tsb, namun Rasul tidak meminta menghancurkan mereka. Rasul justru mendoakan agar di antara anak cucu mereka kelak ada yang beriman. Saat Rasul berdoa, sekelompok jin di sekitarnya mendengarkan, mereka kemudian beriman. Tidak hanya itu, mereka juga mendakwahkannya pada jin-jin yang lain untuk beriman.
Hikmah: dalam rangkaian ujian yang diberikan Allah, yakinlah akan banyak kemudahan yang Allah sertakan. Maka, berpegangteguhlah pada nilai-nilai Alquran.
b. Meminta pertolongan kepada selain Allah, misal kepada jin, adalah dosa besar.
c. Sama seperti manusia, jin ada yang beriman, ada juga yang tidak.
Al Muzzammil
a. Diturunkan di Mekah, kecuali ayat ke-20 yang diturunkan ketika Rasul di Madinah.
b. Bagaimana Allah memberikan gambaran kepada Rasul sebagai bekal berdakwah. Hikmahny: kita pun dalam berdakwah juga harus melengkapinya dengan bekal.
Bekal yang dimaksud: salat malam, baca alquran dengan tartil. Bangun malam (ketika yang lain tidur) itu lebih kuat memengaruhi jiwa.
c. Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah dengan sepenuh hati.
d. Perintah untuk bersabar dalam menjalani hari-hari.
e. Allah menghapus kewajiban salat malam. Awalnya wajib. Namun, kemudian menjadi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Al Muddassir
a. Allah menggambarkan tentang petunjuk praktis dalam ber-amar ma'ruf nahi munkar: mengagungkan nama Allah, berpakaian yang bersih, tinggalkan segala perbuatan keji, mengikhlaskan amalan kita.
b. Allah memberikan semua kenikmatan kepada Walid bin Mughirah (ahli sastra saat itu), namun dia mengingkari (ketika menemui Rasul dan dibacakan ayat Alquran sempat terbersit di hatiny pengakuan bahwa Alquran itu indah dan mulai tumbuh benih iman, sayang dia tidak memfollowup dan malah kembali ke kaumnya sehingga ia terpengaruh kembali ke hal negatif. Ia bahkan berkata ke kaumny bahwa Alquran hanya buatan manusia dan berisi sihir), sehingga ia ditempatkan di neraka saqar sebagai azab. Di antara semua anaknya, ada yang beriman, yakni Khalid bin Walid.
Hikmahnya: ketika kita mendapat hidayah, cepatlah memfollowup agar tidak hilang waktu terbaik karena bisa jadi hidayah tidak datang dua kali.
c. Karakter penghuni neraka saqar: tidak melaksanakan salat, tidak memberi makan orang miskin, mendustakan hari pembalasan, dan bicara hal-hal bathil.
Al Qiyamah
a. Orang kafir menantang dengan bertanya kapan hari kiamat datang.
Al Insan
a. Allah menggambarkan tentang bagaimana kondisi di hari kiamat: balasan orang bersabar adalah surga. Allah menggambarkan kondisi surga.
Al Mursalat
a. Tentang para malaikat yang diutus Allah
Juz 30
An Naba'
a. Gambaran hari kiamat
An Nazi'at
a. Tentang malaikat yang mencabut nyawa dengan keras dan lemah lembut
'Abasa
a. Tentang peringatan dari Allah kepada Rasul. Ketika Rasul menjumpai pembesar Qurais dan tengah berdakwah, tiba-tiba ada sahabat yang buta dan miskin datang. Rasul kemudian bermuka masam seolah tidak berkenan. Maka kemudian Allah menegurnya dengan ayat ini.
b. Pengingat bahwa orang yang membaca Alquran kemudian dia mahir, maka kedudukannya adalah bersama malaikat yang mulia. Sementara mereka yang membaca Alquran dengan tekun meski masih terbata-bata, maka ada dua pahala.
At Takwir
a. Tentang Alquran yang bukan perkataan setan
Al Buruj
a. Kisah tentang pembuat parit, terjadi di zaman sebelum Rasulullah.
Kisah pemuda beriman dan raja yang zalim. Satu peristiwa membuat mayoritas orang di sana beriman. Ketika raja tahu, maka ia memeritahkan anak buahnya untuk membuat parit untuk menyiksa orang-orang beriman.
Hikmahnya: ujian keimanan yang diterima oleh para pendahulu begitu luar biasa, namun sejatinya merekalah yang menang dan bukan yang menyiksa (justru yang menyiksa akan diberi azab).
Menyunting menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari proses penulisan. Sebelum tayang, tulisan -entah berupa buku atau artikel- seyogyanya melalui proses penyuntingan terlebih dahulu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyunting adalah menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).
Lalu, siapa yang bertanggung jawab atau pihak yang melakukan proses PENYUNTINGAN? Secara garis besar, ada DUA pihak yang terlibat dalam proses penyuntingan, yaitu:
1. Diri sendiri
Setelah menyelesaikan tulisannya, penulis hendaknya tidak langsung mengirimkan hasil pekerjaannya tersebut tanpa dicek ulang. Ada baiknya, penulis mengendapkannya terlebih dahulu sejenak untuk kemudian dikoreksi kembali melalui proses penyuntingan. Kegiatan tersebut dikenal dengan nama swasunting.
2. Pihak lain
Yang dimaksud dengan pihak lain dalam konteks ini bisa penerbit atau pihak ketiga yang sengaja dimintai bantuan oleh penulis untuk mengecekkan naskahnya.
Baik penyuntingan oleh diri sendiri maupun pihak lain, keduanya sama-sama penting. Ibarat kehidupan, manusia selalu butuh mengoreksi dirinya sendiri apakah yang dilakukan selama ini sudah benar, pun butuh bantuan orang lain untuk melihat hal-hal yang sekiranya tidak bisa dilihat oleh diri sendiri.
Pentingnya PENYUNTINGAN
Tidak sedikit yang berkata bahwa MENYUNTING itu tidak terlalu penting. Toh, sudah ada pihak penerbit. Untuk apa sebagai penulis kita repot-repot mengoreksinya sendiri. Tugas penulis bukan menyunting, tapi menulis. Ya, tidak sedikit yang memiliki pandangan seperti itu. Tidak sepenuhnya salah memang. Tapi alangkah baiknya jika apa yang sudah kita produksi dalam bentuk tulisan, kita koreksi kembali dalam bentuk penyuntingan. Bukankah dalam perusahaan ada bagian quality control yang bertugas layaknya penyunting untuk meneliti lagi adakah produk yang tidak atau belum sempurna? Pun dalam kegiatan menulis, menyunting tidak bisa dianggap sepele.
Manfaat MENYUNTING
Jika dijabarkan lebih lanjut, kegiatan menyunting memiliki DUA manfaat besar sebagai berikut:
1. Sebagai sarana “penyaringan” informasi sebelum dipublikasikan.
Mungkin, kita sering melihat status-status di dunia maya yang isinya sangat beragam. Si penulis seolah bisa berbuat seenaknya tanpa memperhatikan perasaan orang lain. Tidak jarang, perdebatan bahkan sampai pemblokiran pun terjadi hanya karena masalah yang sebenarnya sepele, Itu adalah salah satu contoh betapa bahayanya segala sesuatu “dilepaskan” begitu saja tanpa adanya filter terlebih dahulu.
2. Sebagai sarana “pengecekan ulang”
Namanya manusia meskipun sudah berbuat sebaik-baiknya, tidak jarang kadang terjatuh juga. Pun dalam dunia penulisan. Salah ketik atau salah menuliskan sesuatu adalah hal yang bisa dianggap fatal.
Langkah-langkah MENYUNTING
Lalu, seperti apa langkah-langkah menyunting?
1. Setelah mengendapkan tulisan yang sudah selesai dibuat, berikutnya adalah mengeceknya kembali. Adakah yang salah di bagian ejaan atau tanda baca? Adakah kata-kata yang sekiranya membuat perpecahan atau ambigu?
2. Jangan pernah menyunting sebelum naskah selesai karena hal tersebut kurang efektif dan berpotensi membuat penulis enggan menyelesaikan tulisannya karena merasa lebih asik mengutak-atik tulisan daripada membuat yang baru.
3. Secara garis besar, proses menyunting bisa dibagi menjadi DUA, yaitu:
a. Fisik, meliputi pengecekkan ejaan, tanda baca, struktur bahasa atau kalimat, dan hal lain yang serupa.
b. Nonfisik, apakah tulisan tersebut bermanfaat atau hanya membuat pembaca merasa insecure misalnya.
Peralatan yang Digunakan untuk Membantu Proses Penyuntingan
Setelah mengetahui apa itu penyuntingan dan seberapa penting kegiatan tersebut dalam proses penulisan, maka berikutnya adalah tentang PERALATAN apa yang dibutuhkan dalam menyunting?
1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Ini bisa kita miliki tidak hanya dalam bentuk fisik melainkan juga nonfisik. Kalau kita merasa terlalu berat membawa kamus ke mana-mana, maka KBBI online bisa menjadi pilihan.
2. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
Jika dalam Bahasa Inggris ada GRAMMAR, maka dalam Bahasa Indonesia ada PUEBI yang dulu bernama EYD. Ini pun bisa kita dapatkan secara online.
3. Baru-baru ini ada SIPEBI atau Aplikasi Penyuntingan Bahasa Indonesia yang bisa diunduh di playstore.
Jika foto kadang perlu "disesuaikan", tulisan pun. Meski demikian, menyunting bukan berarti mengubah konteks tulisan. Poinnya tetap sama, hanya penyajiannya saja yang dibuat lebih baik. Yuk!
Ternyata benar, cahaya nampak berguna saat sekelilingnya gelap. Jadi ingat, dulu ada teman yang kerap bilang daripada mengutuk kegelapan lebih baik mencoba menyalakan lilin. Tapi, manusiawi sebenarnya jika manusia sesekali sambat... asalkan ke pihak yang tepat. :)
Kumpulan Quote di Instagram tentang Beberapa Wisata di Manado dan Sekitarnya
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Temukan potensi di setiap tempat yang kamu tinggali/singgahi. Allah Mahabaik sudah menciptakan alam seindah ini. Tinggal merawat saja. Tidak sulit nampaknya, meskipun praktiknya masih saja ada oknum yang berbuat seenaknya. Buang sampah/meludah sembarangan, misalnya. Miris!!
Sementara ini. Insyaallah akan bertambah lagi. :)