Tanda-Tanda Jiwa yang Sakit dan Cara Menyembuhkannya
- Insomnia
- Nafsu makan berkurang drastis
- Khawatir berlebihan, terutama ketika menghadapi masalah yang mirip-mirip atau serupa dengan hal yang membuat seseorang tersebut trauma
- Tidak bersemangat
- Malas bergaul atau antisosial
- Kenapa seseorang mudah tersinggung? Bisa jadi, dulunya sering diremehkan.
- Kenapa seseorang agresif dan ingin tampil, ingin sempurna semuanya? Bisa jadi, ia pernah mengalami peristiwa yang menyakitkan.
- Kenapa seseorang tidak peduli, apatis, dan egois? Bisa jadi, dia dulu sering mengalami penolakan demi penolakan.
- Kenapa seseorang bicara kasar? Bisa jadi, karena dia dulu sering dianggap lemah, jadi agar tidak lagi dipandang seperti itu ia berkata dan berbuat cenderung menyakiti orang lain. Agar tidak jadi korban lagi, ia harus jadi pelaku. Bisa jadi.
- Kenapa seseorang enggan menikah? Bisa jadi karena ia tidak mau mengalami hal yang sama dengan orangtuanya.
- Kenapa seseorang trauma memiliki anak di saat yang lain sedih belum juga memiliki momongan? Bisa jadi karena ia masih belum bisa menghilangkan traumanya sendiri dan takut jika itu sampai berulang ke anaknya nanti.
- Jangan pedulikan ocehan orang lain yang melabeli negatif atau melemahkan
- Selalu ingat misi dan tujuan, fokus pada hal itu, jangan buang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting
- Enyahkan dendam, sakit hati, dan kecewa karena yang rugi adalah diri sendiri, bukan orang lain
- Banyak-banyak bersyukur terutama dengan pencapaian yang sudah didapat
- Baik, tapi tidak perlu terlalu dekat dengan orang-orang yang negatif (tidak perlu memiliki hubungan emosional terlalu dalam) jika imun dalam jiwa belum kuat
- Singkirkan 3m: malas, mangkir, dan malu
- Buang prasangka karena belum tentu apa yang kita pikirkan juga dipikirkan orang lain
- Tumbuhkan rasa percaya diri: setiap orang punya kelebihan dan kekurangan di bidangnya masing-masing, tidak ada manusia yang sempurna, dan sibukkan diri dengan belajar dari mana saja kapan saja serta siapa saja
- Kata-kata adalah doa, itu sebabnya berusahalah untuk berkata-kata baik
- Ubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang kontraproduktif: bangun siang, menunda pekerjaan, atau yang lain

10 comments
Bener mb
ReplyDeleteEntah knp gw yakin kalau stiap orang pasti pny luka masing2
Bedany ad yg jujur ad yg g
Yg paling gw benci yg pura2 baik2 aj pdhl knapa2
nah itu
Deletekadang aku juga gitu kok
sok baik2 aja padahal kenapa2 wkkk
bukannya sok kuat, tapi mengeluh ke tempat yang bener daripada nyampah di mana2
untung punya lakik yang mo dengerin segala uneg2
Menulis bisa jadi terapi ya, Mbak Mio
ReplyDeleteUdah buktiin
saya juga
Deletewriting is healing
Kadang sikap seseorang yg buruk adalah pelampiasan dari masalah2nya dahulu yg belum selesai. Ini bisa jadi cara mengatasinya 👍
ReplyDeletebener mas
Deleteorang lain cuma pelampiasan huhuhu
Makjleb banget, Kak ...
ReplyDeleteutamanya pengingat buat yang nulis tehh
DeleteKebanyakan dibuli jadinya minder
ReplyDeleteAku contohny
Dulu
Sekarang sih yang ngebuli
Ehh
Becanda y, Mb Yosi wkk
Ehhh dulu pernah dibully? Ngebully kalii wkkk
DeletePeacee
Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)