Menulis untuk Pemula, Bagaimana Caranya

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - July 02, 2019


Beberapa waktu yang lalu, saya diminta mengisi salah satu kelas online. Materi yang saya sampaikan saat itu tentang "Menulis untuk Pemula, Bagaimana Caranya". Dan, saya pikir enggak ada ruginya kalau saya bagi juga di sini.

Menulis untuk pemula itu bagaimana, ya?

Bagi yang baru pertama kali terjun di dunia penulisan, pertanyaan tersebut mungkin akan terbersit. Wajar. Semua juga begitu ketika memasuki dunia baru. Dan bukan hal yang istimewa atau harus dibanggakan secara berlebihan ketika semisal kita lebih tahu hanya karena lebih dulu masuk. Cuma persoalan waktu aja kok. Saya rasa hal ini berlaku untuk semua dunia ya, enggak terkecuali menulis.

Saya sendiri mulai menggeluti di dunia menulis tahun 2009 setelah menikah, saat merantau ke Bekasi. Meski hobi baca dan menulis sudah saya gandrungi sejak TK, tapi menjadi penulis sebenarnya tidak pernah benar-benar terbersit selain cuma saya khayalkan saja alias sambil lalu.

Kalian patut bersyukur karena saat ini profesi penulis mulai terlihat dan dipandang. Zaman saya? Penulis identik dengan orang yang enggak ada kerjaan. Maka, bila pun punya hobi menulis, saya dan teman-teman di masa itu tidak pernah berpikir untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai profesi. Hanya sekadar hobi. Itu saja.

Karier menulis saya dimulai dengan menjadi penulis konten, lanjut penulis buku dengan ikut agen naskah serta mandiri menawarkan diri ke penerbit, sempat merasakan jadi editor lepas di Erlangga - Agromedia - Salemba - Bhuana Ilmu Populer, jadi  penulis khusus akuntansi di kantor akuntan publik di T.B. Simatupang Jakarta, jadi redaktur di agen naskah, dan ghost writer.

Saya bukan ahli, hanya sekadar bercerita pengalaman selama 10 tahun jungkir balik di dunia penulisan. Moga-moga, apa yang saya bagikan bisa bermanfaat. Jujur, sampai detik ini pun saya masih belajar. Sebagaimana kata Steve Jobs: stay foolish stay hungry.

Lalu, Apa yang Saya Lakukan Dulu sebagai Pemula?


PERTAMA: BELAJAR MENULIS alias belajar teori
Dari mana?
1. Ikut komunitas
2. Ikut kelas online/offline/semacamnya
3. Otodidak

Saya yang mana? SEMUA 😄

Saran saya sih di awal "nyemplung" sebaiknya teman-teman gabung di komunitas penulisan, terserah apa. Secara teori, jujur, menulis sebenarnya bisa dipelajari sendiri. Tapi, yang kita perlukan enggak cuma teori. Bagi saya, bergabung dengan yang sefrekuensi memberikan hawa positif tersendiri.

Namun, ada juga yang memilih sendiriiann. Ya, enggak masalah. Toh outputnya sama: tulisan.


KEDUA: PRAKTIK
Apalah artinya jutaan teori tanpa praktik. Pun menulis. Enggak masalah pengalaman masih sedikit, enggak usah ragu. Kalau enggak praktik, enggak ada pengalamannya kan ya. Hehe.

Praktik menulis ini ragamnya banyaakk, yakni:
1. Ikut lomba
2. Jadi kontributor
3. Jadi penulis konten website tertentu
4. Ngeblog
5. Bergabung dengan agen naskah
6. Ikut grup yang menawarkan job menulis
7. Memanfaatkan media sosial untuk show off tulisan, misal di status

Zaman sekarang ini relatif amat sangat mudah sebenarnya. Saking mudah dan banyaknya sampai bingung pilih yang mana. Yekan? Semua menawarkan hal yang menarik. Hehe

Mungkin sebagai referensi tambahan, teman-teman bisa mempertimbangkan ini... "... bahwa menulis seperti itu seperti menyetir mobil," HARUS PRAKTIK. Saat praktik, kita belajar banyak hal.

Mengutip kalimat di film Kungfu Panda I yaitu bahwa tidak ada resep rahasia untuk bisa menjadi sesuatu. Yang ada hanyalah terus berlatih berlatih dan berlatih. Pun dengan menulis.

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Keren mbak Miyo..
    Cocok nih buat saya yang lagi belajar menulis. Hehe
    Mbak mau ngajarin saya? 😁

    ReplyDelete
  2. maaf mbak, saya butuh kontak person atau nope yg bisa dihubungi.
    apa mbak jg termaasuk ghostwriter kah? dan pertanyaan2 yg lain.
    saya posisi di Sengkaling, Kab. Malang.
    Matur nuwun ;)

    ReplyDelete

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)