Tips Mudah Meraih IPK Cumlaude, Siapa pun Bisa!

By Miyosi Ariefiansyah - April 19, 2018

 
Meraih IPK Cumlaude
dokpri


Hari gini masih mentingin IPK?

Tuhh... dia gak sekolah gak apa juga bisa kaya. Lha emang sejatinya kekayaan (secara finansial) enggak terlalu berkolerasi dengan sekolah/enggak. Emang tujuan sekolah/kuliah semata-mata untuk jadi jutawan, gitu? Wew. Kalau tujuanny agar banyak duit aja, enggak perlu sekolah/kuliah juga bisa. Yang dikasih warisan banyak sama ortu tinggal dimanfaatkan sebaik-baikny agar gak cepat habis. Itu contoh.

Tuhh... dia IPK-nya cumlaude ternyata juga berakhir tragis sebagai ibu rumah tangga. Seolah-olah jadi ibu rumah tangga itu hina banget, ya. :D

Lhoh, bukannya harusnya senang dan bangga ya karena anaknya nanti sejak lahir procot (kalau bahasa Jawa) alias sejak bayii bangett udah dibimbing langsung sama lulusan cumlaude. Bukannya si anak beruntung? :D

Sebenarnyaa, saya juga termasuk di antara sekiaann banyak orang yang enggak mendewakan IPK. Tapiii, bukan berarti juga merasa bahwa memiliki IPK atau berusaha agar IPK tinggi itu najis. Enggak. Sama sekali enggak gitu. :)

Jangan jadikan kemalasanmu atau rasa irimu sama temenmu yang ber-IPK tinggi sebagai pembenaran bahwa IPK tinggi itu najis tralala. Yang sering saya lihat seperti ini soalnya. Seolah-olah punya IPK tinggi dan kuliah selesai cepat itu haram.

Kalau prinsip saya, apa pun itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, termasuk kuliah. Bahkan, main game aja harus sungguh-sungguh kalau mau menang. Apalagi, aktivitas yang enggak main-main, seperti kuliah, yang masuknya perlu duit sekian yang enggak sedikit. Buat saya, semakin lama studinyaa, maka duit yang disetor ke kampuss akan semakin banyak. :D Bagi yang duit tinggal ambil sih silakan yaa, yang mau gitu juga enggak apa-apa. :)

Saya sepakat bahwa IPK bukanlah satu-satunya faktor terpenting di dunia ini. Masih banyakk faktor penentu kesuksesan yang tidak ada hubungannya dengan IPK. Jadi, yang udah punya IPK tinggi bukan berarti bisa leha-leha jaya terus kesuksesan ketok-ketok depan pintu rumah gituu, enggakk. Tidak sesederhana itu.

Buat saya pribadi, IPK adalah bentuk tanggung jawab saya pada orangtua serta bentuk rasa syukur saya yang begitu besar karena bisa kuliah. Di luar sana, ada banyakk sekali orang-orang berpotensi yang pengin banget kuliah tapi enggak bisa karena banyak faktor.

Dan sebenarnyaa, punya IPK cumlaude itu juga enggak susah kok. Semua bisa, asal mau.

Tips sederhana dari saya sih gini, berdasarkan pengalaman, ya:

1. Belajar efektif: bikin catatan dan praktikkan (dengan mengajarkan kembali ke orang lain apa yang sudah kita peroleh juga bisa)
2. Ketahui ciri-ciri setiap dosen mata kuliah yang kita ambil.
Setiap dosen punya karakter masing-masing, yaa. Misal, dosen A lebih suka kalau mahasiswanya lebih banyak presentasi (aktif di kelas), enggak hanya duduk diem pulang aja. It means ya berusahalah untuk menjadi mahasiswa aktif di kelas. Toh aktif di kelas enggak semata-mata agar dapat nilai maksimal sebenarnya, tapi untuk kebaikan diri kita sendiri. Setidaknya, kita udah biasa menyampaikan pendapat SECARA BAIK di depan publik.
3. Jangan sepelekan attitude
4. Mengulang apa yang sudah disampaikan dosen
5. Jujur, jangan mensontek
Kalau mensontek, kita enggak akan pernah tahu letak kesalahannya di mana. Dan itu artinya, kita enggak bisa memperbaiki. Jadi, jujur aja. Belum bisa ya akui aja kalau belum bisa. Toh tiap orang emang beda-beda, kan.
6. Usahakan masuk perkuliahan terus, jangan gak masuk kalau enggak terpaksa apalagi bolos untuk hal-hal gak jelas
7. Kerjakan tugas sungguh-sungguh karena itu adalah bentuk tanggung jawab
8. Jangan memikirkan hal-hal yang tidak pantas dipikirkan, fokuss
9. Berdoa alias pasrah

Terus IPK saya dulu berapa emang sok-sokan ngasih tips kayak gini? 3,56 (salah satu lulusan terbaik saat itu), jurusan Akuntansi Unibraw, lulus 29 Juli 2008 (kurang dari 4 tahun). Saya kuliah sambil kerja (ngajar di bimbel dan privat). Jujur, itu sedikit meleset dari target. Di semester I, saya sempat meraih IP 3,85 (hampir semua matkul dapat A, satu aja yang dapat B). Tapi kemudian, beberapa kali saya melakukan kesalahan nomor 8 yang terus terang aja itu sedikit mengganggu konsentrasi. :D That's why, hasil akhirny yaa 3,56. Syukuri sajalah, ya.

Selamat belajar, ya. Jangan cuma terobsesi sama nilainya. Poin penting sebenarnya adalah ilmunya, nilai hanya efek samping.

Semangat!!

  • Share:

You Might Also Like

8 comments

  1. I can't relate moreee! Bener banget semua poin diatas. Terutama poin nomor 2 itu buat mahasiswa harus banget tau karakteristik setiap dosen. Soalnya pasti punya kriteria penilaian beda-beda. Daripada "gelo" di akhir mending cari tau di awal buat "menarik" dosen kasih nilai bagus harus ngapain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mb
      asalkan tahu trikny ya dapet ipk cumlaude bukan hal yang sulit xixixi
      selain takdir tentuny wkk

      Delete
  2. Tips tambahan mbak, sering-sering jadi ketua kelas wkwk. Tak kenal maka tak sayang~

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya ya
      ketua kelas lumayan sering dapat A ya biasanya soalny yg paling rempong wkk

      Delete
  3. Wow, salam kenal Mbak, sy dulu juga kuliah di Malang, tepat di seberang kampus Unibraw. Sy kuliah di UM, lulus tahun 2011. Emang bener sih, kuliah atau apapun jgn dibercandain mulu, harus sungguh2. krn hidup gak sebercanda itu ya... Bercandanya buat selingan aja wkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah lulus th 2011 y
      masih muda sekali y
      saya lulus 2008 *tuaa wkk

      Delete
  4. Tingkat iriku makin meningkat kala itu
    Cantik
    Sholehah
    Baik hati
    Gak sombong
    Supel
    Ramah
    Pinter
    Duh... ngerasa cuma serpihan debu yang berterbangan, Mbak Yos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gombal banget
      Untunf kebal
      Deuh dek semua cuma karena sudut pandang
      Terlepas dari semua jurusan sama aja y, tapi aku dulu pernah diginiin sama temenku yg jur teknik
      Yaeyalah ipmu bagus jurusan ips
      G marah se, cuma jd inget masalah sudut pandang gituuu deh

      Delete