Pengalaman dan Peluang Content Writer

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - April 01, 2022

Kamis kemarin, saya diminta sharing pengalaman dan peluang sebagai content writer oleh Founder TJI sekaligus partner menulis sejak belasan tahun silam, Mbak Prita. Baiklah, langsung saja ya saya share di sini juga poin-poinnya.


CONTENT WRITER

Salah satu profesi di bidang penulisan yang saat ini tengah ramai diperbincangkan atau kalau boleh saya bilang populer. Saya sendiri yakin, teman-teman sudah tak asing lagi dengan profesi tersebut.

Kepopuleran profesi content writer pastinya tidak lepas dari jumlah website perusahaan dari berbagai macam skala bisnis yang bermunculan. Berdasarkan data internetlivestats.com, jumlah website yang ada di seluruh dunia saat ini adalah...

Sekitar 2M (dan hal tsb pastinya bertambah setiap detik).

Maka tak heran ya jika kemudian profesi content writer banyak dicari untuk mengisi website-website tsb πŸ€—. Di sinilah peluang itu terpampang nyata di depan mata. 😬

Saya yakin, teman-teman pastinya sudah tahu bahwa profesi ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Hanya saja, belum sepopuler sekarang.

Saya pribadi mengawali menjadi penulis konten sejak 2009. Saat itu, saya menulis konten berbahasa Indonesia dan Inggris. Sempat vakum beberapa tahun karena fokus ke bidang penulisan lainnya, akhir tahun kemarin saya kembali aktif sebagai penulis konten (satu tim dengan Mbak Prita, founder TJI).

Dari mana peluang sebagai penulis konten/content writer itu kita dapatkan?

Banyak bingitss, meminjam istilah zaman sekarang 😬. 

Namun, kalau boleh saya rangkum, dari sinilah cara kita mencari peluang itu:

  1. Browsing di Google, Twitter, Instagram, LinkedIn, dan media sosial lainnya dengan beragam keyword yang berkaitan: #LowonganPenulis #LowkerPenulis #PeluangMenulis dll
  2. Dari website seperti sribulancer, freelancer, niobis, dll

Dari DUA item di atas saja, jumlah lowongan penulis konten sudah sangatt melimpah, tinggal kita cari saja yang sesuai dengan keinginan.

Berikutnya adalah hal-hal yang harus kita siapkan untuk menjadi content writer:

  1. Mau terikat: sehari sanggup menulis sekian artikel (sesuai kesepakatan)
  2. Mau membaca/belajar (poin kedua ini sebenarnya untuk semua hal yes)

That's why, untuk yang belum mau terlalu terikat, tapi ingin mendapatkan cuan dari tulisan, mungkin jadi kontributor di website bisa jadi pilihan (sifatnya bebas)

Beberapa sudah saya tulis di sini (sementara ada 80-an): https://www.miyosiariefiansyah.com/2022/01/88-website-penghasil-cuan-dari-tulisan.html

Namun, untuk teman-teman yang:

  1. Tak terlalu suka dengan eksposur berlebihan (selama jadi penulis konten, tugas saya hanya menulis saja, tak ada tekanan untuk harus share di medsos, dalam artian benar-benar di belakang layar)
  2. Ingin mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari di kampus/ingin mengaplikasikan bidang yang dikuasai (website punya beragam niche, tentu saja akan lebih tepat jika yang menulis adalah mereka yang ahli/mengerti karena tulisan yg dihasilkan bisa mendalam)
  3. Menyukai tantangan/pressure dengan keharusan sehari setor sekian artikel
  4. Nomaden alias pindah-pindah seperti saya karena tugas suami, tapi di sisi lain masih tetap ingin bekerja/berkarya
  5. Ingin kerja secara profesional, tapi di sisi lain tak mau meninggalkan anak/menitipkannya ke pihak ketiga siapa pun itu

mungkin menjadi content writer/penulis konten bisa jadi pilihan yang sangat tepat. πŸ€—

Kabar baiknya, peluang sebagai content writer tak hanya datang dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Yes, tak hanya menulis berbahasa Indonesia saja, tapi kita juga bisa menulis berbahasa Inggris.


Contoh order artikel bahasa Inggris 12 th yl πŸ€—

Nah, mengingat peluang jadi penulis konten yang sangat luass, bahkan bisa merambah pasar luar negeri, maka rasanya sayang ya kalau tak digunakan (dengan asumsi kita memang memiliki ketertarikan).

Job sebagai penulis konten berbahasa Inggris bisa dalam bentuk:

  1. Perusahaan Indonesia yang kontennya bahasa Inggris (seperti pengalaman saya beberapa waktu silam yg model kerjany/ordernya sudah saya share di atas)
  2. Perusahaan di luar negeri

Tak bisa dimungkiri, salah satu daya tarik mengapa menjadi penulis konten bahasa Inggris adalah karena menawaran fee yang segar 😁, meskipun Alhamdulillah bangetss saat ini makin banyakk perusahaan di tanah air yang memberikan fee ke penulis konten mereka dengan jumlah sangat sangat manusiawi (salah satuny yang saya & Mbak Prita jalani saat ini).

Untuk menjadi penulis konten/content writer dengan "pasar" dalam dan luar negeri, cara yang bisa dilakukan (terlepas dari tiap penulis punya cara beda-beda, ya):

  1. Tentukan bidang apa yang paling kita kuasai/sukai
  2. Kalau ingin menulis bahasa Inggris, pastinya harus meng-upgrade grammar dan "printilannya" dulu (sedangkan menulis dalam bahasa Indonesia saja kita kadang salah y, apalagi yang bukan bahasa ibu kita. Jadi, mau meng-upgrade adalah sebuah keharusan) πŸ€—
  3. Rajin mencari peluang sebagaimana yang sudah saya tulis di atas
  4. Akan lebih baik kalau punya blog sebagai rekam jejak sehingga ketika ada perusahaan yang tertarik dan ingin melihat tulisan kita seperti apa/kita sudah menulis apa saja, mereka bisa dengan mudah menelusuriny melalui blog kitaπŸ€—

Mengingat peluang sebagai penulis konten yang begitu luas, tak hanya dalam tapi juga luar negeri, semoga bisa makin meyakinkan teman-teman bahwa mendapatkan uang dari menulis itu nyata (menepis anggapan selama ini tentang kegiatan menulis tidak menghasilkan😬). Terlepas dari itu semua, semoga tulisan-tulisan kita bisa bermanfaat. AamiinπŸ€— 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)