Hari ke-172: Mengamati Kebiasaan Orang Jepang, Ini Hasilnya!
Seminggu lagi, genap sudah enam bulan aku di sini. Itu artinya, waktuku tinggal sembilan bulan lagi. Entah kenapa, aku kok sedih, ya. LOL. Normalnya, merantau lebih-lebih di negara orang itu bawaannya homesick. Aku sebaliknya, justru nyesek kalau ingat hanya tinggal beberapa "detik" lagi. Tapi ya sudahlah ya, syukuri dan nikmati. Itu saja. Percaya, aku nanti akan kembali entah gimana caranya. :)
Selama hampir enam bulan ini, ada begitu banyak hal yang menarik perhatianku. Jauhh sebelumnya, aku udah pernah membuat postingan serupa di hari ke-11, ke-13, ke-18, dan sebelum aku pindah ke Jepang. Nah kali ini, aku mencoba rewrite versi lebih lengkapnya lagi. :)
Jadi selama di sini, apa aja sih kebiasaan orang Jepang yang menarik perhatianku?
Kurasa semua orang di seluruh dunia sudah tahu bahwa masyarakat Jepang memang gemar jalan kaki. Hal tersebut aku buktikan sendiri saat di sini. Bahkan, menjelang musim panas seperti sekarang pun, jalan kaki tetap dilakukan. Tua, muda, laki-laki, perempuan, semuanya biasa jalan kaki, bukan hal aneh lagi.
![]() |
| Suasana pejalan kaki di sekitar Stasiun Akihabara. |
![]() |
| Suasana pejalan kaki di Shibuya. |
2. Bersepeda
![]() |
| Tempat parkir sepeda di depan dormitory. Punyaku yang mana? :D |
![]() |
| Mari berpetualang, Nak! |
Tidak hanya sekadar teori saja, tapi mengantre benar-benar sudah menjadi kebiasaan dan budaya. Sejauh ini, aku belum pernah mengalami antreanku diserobot. :) Tidak ada yang berpikir kalau enggak cepet atau nyerobot enggak bakal kebagian, enggak gitu. Aku yang pernah menulis buku proyek DAK tentang mengantre jadi ingat bahwa sesungguhnya ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kegiatan menunggu giliran tersebut. Belajar sabar, belajar tidak mengambil hak orang lain, belajar bahwa segala sesuatu butuh pengorbanan, dan belajar tentang proses adalah beberapa di antaranya.
![]() |
| Orang-orang mengantre di depan Gundam Cafe, Akihabara. |
![]() |
| Mengantre menunggu Tsukuba Express. |
![]() |
| Yang hampir pasti ada tempat sampah biasanya di supermarket, seperti ini, di Kasumi. |
![]() |
| Bus berhenti di halte untuk menurunkan dan membawa penumpang. |
![]() |
| Taka menunggu bus di halte Ichinoya. |
6. Anak sekolah berangkat dan pulang sendiri
![]() |
| Bertemu anak sekolah pulang di Stasiun Akihabara |
Bukannya mereka yang tidak merokok yang harus toleransi dengan perokok, tapi perokoklah yang harus tahu diri dengan tidak merokok di sembarang tempat yang notabene bisa sangat mengganggu orang lain. Dan selama di sini, aku belum pernah melihat orang-orang merokok sembarangan, lebih-lebih di tempat umum. :)
![]() |
| Suasana di bus, tidak ada yang merokok. |
![]() |
| Orang-orang ini meski tak saling kenal, tapi punya misi yang sama: menangkap pokemon terkuat. Btw, yang pakai baju kuning sebelah kiri itu suamiku, hehehe. |
![]() |
| Pokoknya kalau sore-sore ngumpul sekitaran sini sambil otak atik HP, yakin deh, mayoritas main pokemon. Kepoin aja. :D |
Seperti yang pernah aku tulis di awal ke sini, jadi kalimat-kalimat "terima kasiih, permisi, silakan, dan maaf" seolah sudah sangat sangat mendarah daging. Enggak susah kita temukan kalimat ini di mana-mana.
10. Pelayanan yang ramah
11. Mempersilakan pejalan kaki untuk menyeberang
12. Membungkukkan badan
Sebelum ke sini, aku pernah baca berita kalau pihak kereta api tsukuba express minta maaf karena terlalu cepat datang beberapa detik. Kalian bisa browsing sendiri di google. Ada kok beritanya. Saat aku baca itu semacam woww. Segitunya. Dan setelah aku tinggal di sini memang aku buktikan sendiri bahwa tepat waktu sudah menjadi prinsip mulai dari hal terkecil hinggal besar. Belum pernah nunggu bus, bus-nya telat. Ke klinik pun, bukanya benar-benar tepat waktu. Ke fasilitas umum lain, sama aja. "Janjian" via online dengan calon pengajar bahasa Jepang, tepat waktu juga. MasyaaAllah.
Selama di sini, aku belum pernah lihat orang-orang kalau ketemu teman autopeluk dan cipika-cipiki, at least salaman. Nope. Palingan cuma nyapa doang.
Jadi sebelum corona sampai sini, aku udah sering lihat orang-orang pakai masker. Seolah, itu sudah hal yang wajar.
![]() |
| Hari kedua bulan Januari di Akihabara. Covid belum ada, tapi orang-orang sudah banyak yang pakai masker. |
Saat pergi ke region Kansai, aku kerap melihat orang-orang berpakaian mencolok penuh warna. Berbeda dengan di region Kanto, jaraaangg banget kulihat mereka berpenampilan warna-warni. Umumnya sih yang soft gitu. Cenderung seragam emang, ya. Barulah aku melihat yang sedikit berbeda ketika ke Harajuku. :D
![]() |
| Rata-rata berwarna gelap. |
![]() |
| Enggak ada yang ngejreng xixixi. |
Pemandangan orang-orang jogging entah itu pagi atau sore adalah hal yang sangat biasaa. Banyaakkk. Tapi, joggingnya tetap sendiri-sendiri. Orang-orang di sini memang suka berolahraga. Salut!
Fasilitas umum sejatinya memang milik bersama, dibiayai dengan uang bersama, maka sudah seharusnya dijaga bersama. Karena kalau rusak, yang rugi kita-kita juga. :D
Pernah merasa terganggu dengan anjing tetangga yang mengejar kita seolah pengin gigit? PERNAH! LOL. Takut? Ealahh. Di sini, aku belum pernah melihat anjing berkeliaran sendiri. Pastilah kalau jalan-jalan ya sama pemiliknya. Itu pun anjingnya dirantai, jadi terkendali dan tidak mengganggu orang lain. Terus, kalau hewan peliharaan tersebut buang air besar di jalan gimana? Tenang, si pemilik sudah siap sedia dengan plastik dan kresek untuk mengambil kotoran hewan peliharaannya. Intinya, hewan peliharaan ya benar-benar dipelihara sedemikian rupa. Bahkan aku sering lihat si pemilik meletakkan anjing-anjingnya tersebut di stroller.
21. Berdiri di tangga berjalan di satu sisi saja
Ya emang bukannya gitu ya? Iya, sehingga ketika ada yang pengin buru-buru bisa lewat di sisi satunya lagi. Di sini, teori seperti itu benar-benar dipraktikkan. :D
![]() |
| Orang-orang berbaris rapi di tangga berjalan Stasiun Tsuchiura. |
![]() |
| Orang-orang berbaris rapi di tangga berjalan Stasiun Tsukuba. |
Ada yang ingin menambahkan?
Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil di setiap tempat yang kita singgahi, bukan. Pun dengan episode hidupku saat ini yang "dikirim" Allah ke sini. Semoga bermanfaat juga buat yang baca. Aamiin.



















2 comments
jadi pingin kejepang deh
ReplyDeleteHayuk, Kak
DeleteMakasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)