Hari ke-169 di Jepang: Pengalaman Vaksin (Varicella) Anak di Masa Pandemi
Bagaimana rasanya memvaksin anak di masa pandemi saat pemerintah mendeklarasikan status darurat nasional? Pertanyaan retoris sih ya ini karena jawabannya pun semua udah tahu: DEG-DEG-AN.
Lalu, seperti apa sih pengalamanku memvaksin anak di masa pandemi? Simak ceritaku berikut ini mulai dari berangkat hingga pulang kembali ke dormi.
Membuat Janji dengan Klinik
Yang pertama kulakukan pastilah membuat janji, memastikan bahwa aku akan memvaksin anakku hari dan tanggal sekian. Untuk pemilihan kliniknya sendiri, aku sengaja memilih tempat yang berbahasa Inggris biar nyambung kalau diajak ngomong. Pengalaman pertama dulu saat X-Ray, aku cuma "Hai' Hai'" aja saat dokternya menjelaskan sesuatu
Nah, kali ini aku enggak mau gituu, apalagi berhubungan dengan sesuatu yang akan dimasukkan ke tubuh anakku. Otomatis dong aku make sure tempat yang bisa komunikasi dua arah, yang sama-sama ngerti kalau ngomong.
Alhamdulillah, berbekal baca website tsukubainfo plus bertanya dengan para "pendahulu", mereka yang sudah lama tinggal di sini maksudnya, aku mendapat rekomendasi tempat yang cocok.
Sebenarnya, aku bisa daftar melalui websitenya. Tapi kok ya belum lega gitu rasanya. Jadilah aku memilih langsung bikin janji aja melalui telepon. Setelah deal hari dan tanggalnya, next kami siap-siap ke sana (bukan di hari yang sama tentunya).
APD alias Alat Pelindung Diri
Lokasi Takezono Family Clinic, nama tempat dimana Taka akan divaksin, sebenarnya enggak jauh. Cuma sekitaran 5 - 6 km saja dari tempat tinggal kami. Untuk pergi ke sana pun sangat mudah. Cukup naik bus C10 sampai Tsukuba Senta, lanjut jalan kaki sekitar satu km. Yang menyebabkan "spesial" dan tidak biasa ya kondisi. Bocah harus menggunakan masker serta sarung tangan sebagai alat pelindung diri.
Di Bus
Alhamdulillah, kondisi bus cukup atau bahkan sangat sepi. Anak sekolah dan kuliah memang belajar dari rumah. Pun karyawan makin banyak yang work from home.
Bisa dibilang, jelas sekali bedanya antara sebelum dan sesudah deklarasi darurat nasional: dari ramai ke... sepiii. Padahal, tidak ada sanksi bagi yang "melanggar", sifatnya "hanya" anjuran dan himbauan jangan ke luar kalau enggak penting. Tapi alhamdulillah, orang-orang secara umum bisa diajak bekerja sama.
Di Jalan
Taka sangat antusias diajak vaksin karena bisa ke luar meski sejenak, lebih-lebih kondisi sepanjang jalan begitu menyenangkan untuk dinikmati.
![]() |
| Melewati Takezono Park yang menenangkan hati. |
![]() |
| Jalanan pun lumayan sepi. |
![]() |
| Kliniknya ada di seberang jalan. |
Di Klinik
Sepi, itu yang ada dalam pikiranku saat sampai klinik.
![]() |
| Ada pengumuman ini di dekat tempat parkir. |
![]() |
| Mobil di tempat parkir pun hanya ada satu. |
Ternyata, aku datang terlalu awal. Huehehe. Kliniknya belum buka pas aku sampai. Padahal ya udah tahu sih jadwal klinik buka, cuma jaga-jaga aja kalau pasiennya banyak, makanya datang lebihh awal. Apalagi, ini kan pengalaman pertamaku ke sini. Ndilalah, sepii.
![]() |
| Pintunya masih tertutup. |
Aku mengisi form sebelum Taka divaksin.
![]() |
| Data-data yang harus kuisi. |
![]() |
| Intinya sih tentang kondisi Taka sehingga sebelum benar-benar divaksin udah ada gambaran seperti apa. |
![]() |
| Padahal ada televisi, tapi Taka memang lebih suka main. |
![]() |
| Selalu bawa mobil polisi ke mana-mana. |
Alhamdulillah, proses vaksinnya lancar. Dokter, suster, dan semuanyaa ramahh bangettt. Dokternya sempat bilang, "Please, let me know if there is a problem after he got vaccine," sebelum kami meninggalkan ruangan. Jadi ingat dokter anaknya Taka di Malang yang juga ngemong dan sabar. :)
Oh iya, biayanya berapa? GRATIS!
![]() |
| Bukti vaksin. Pertama di Indonesia, kedua di sini. |
Perjalanan Pulang
Setelah
![]() |
| Rute jalan pulang sebelum naik bus. |
Sampai Dormi
Sesampainya di dormi, semua pakaian yang kami kenakan langsung masuk mesin cuci. Bocah langsung berendam. Sebenarnya "ritual" ini udah kami lakukan sebelum ada corona. Ya, meski di sini sangat bersihhh, tapi kok rasanya kurang nyaman kalau setelah pergi dari suatu tempat enggak membersihkan diri dan pakaian.
Itu tadi pengalamanku memvaksin anak di sini saat kondisi darurat April kemarin. Kalau saat ini, kondisi di Tsukuba sudah stage 1. Meski sudah mulai normal dengan kebiasaan baru, tapi kita semua harus tetap waspada. Semoga kondisi di seluruh dunia segera membaik, ya. Aamiin.













0 comments
Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)