Kabar Corona dari Bumi Nyiur Melambai

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - February 22, 2022



Jika beberapa waktu yang lalu aku kerap berbagi info Covid-19 di Tsukuba, maka sekarang tetap berbagi kabar serupa namun dari tempat tinggalku saat ini, Manado.

Kumulai dari saat kami menginjakkan kaki di sini Mei tahun lalu, ya (karena kalau sebelumnya jelas aku enggak tahu selain hanya dari cerita teman-teman saja yang mengalami).

18 Mei 2021, dari informasi yang kulihat di IG @perupadata, kasus Covid di Sulut NOL alias nihil. Tentu saja, aku sorak-sorak bergembira dan berharap semua baik-baik saja. Meski demikian, saat itu, kami tetap wajib karantina mandiri. Masih menurut sumber yang sama, sejak tanggal tsb hingga akhir Mei, kasus di Sulut bisa dikatakan sedikit. Cuma sekali aja menyentuh dua digit, itu pun enggak sampai puluhan alias hanya belasan, tepatnya 11 kasus di 22 Mei. Selebihnya, cuma satu digit ajaa. Bahkan, beberapa kali enggak ada kasus harian. Padahal, saat itu di Pulau Jawa lagi "panas-panasnya" alias kasusnya membludak yang konon efek gelombang arus balik.

Awal Juni hingga pertengahan, kasus di Sulut masih terkendali, hanya berkisar di angka satu digit bahkan beberapa kali nihil. Barulah di 14 Juni, untuk pertama kalinya (sejak aku di Manado maksudnya, ya), kasus di Sulut ada 22. Kasus kemudian turun lagi tapi tetap di posisi dua digit (kisaran angka belasan), meski memang sempat nihil juga. 22 Juni, kasus kembali naik jadi 39, ditutup dengan 40-an kasus di akhir Juni. 

3 Juli 2021, kasus di Sulut naik drastis jadi 143 meskipun kemudian dua hari setelahnya turun drastis dengan hanya 2 kasus saja. Alhamdulillah. Aku sempat mengira kondisi sudah mulai membaik, tapi ternyata belum, malah sebaliknya. Esoknya, kasus kembali meningkat di tiga digit padahal sebelumnya sempat bisa "bernapas" lega. Di detik-detik anak sekolah masuk, kasus di Sulut kembali naik lagii di angka 200-an kemudian 300-an bahkan 700-an di akhir Juli. Sekolah anakku tidak memberlakukan tatap muka saat itu alias lebih memilih belajar online demi keamanan bocah-bocah lucu unyu dan tak berdosa.

Agustus, September, Oktober, November, dan Desember kasus di Sulut selayaknya grafik pada umumnya. Setelah naaaiiikkk, perlahan kemudian turun seiring dengan makin banyaknya orang yang sudah divaksin. Taka pun akhirnya bisa merasakan sekolah offline. Jalanan kembali macet saat jam-jam pulang sekolah. 

Januari 2022, kondisi masih bisa dikatakan aman. Februari, tanda-tanda naik itu seolah sudah "tercium" seiring dengan mobilitas orang-orang yang semakin banyak. Meski hati kecil berkata semoga enggak naik, tapi sisi logika tetap saja berkata iya setiap kali lihat Instagram @perupadata yang jelas-jelas menyajikan tren yang semakin naik dari hari ke hari. 

Sulawesi Utara mengalami kenaikan cukup berarti dari yang kasus hariannya hanya satu digit, kemudian jadi dua, tiga, hingga saat ini empat digit alias seribuan.  Kalau dilihat dari sejak aku tinggal di sini Mei tahun lalu, ini adalah yang terbanyak, sebelumnya (saat varian delta) kasusnya masih tak sebanyak sekarang, tak sampai seribuan. 

Karena kenaikan kasusnya makin signifikan, empat wilayah di Sulut kemudian naik ke level 4, salah satunya Manado (sebagaimana yang kubaca di Manado Pos). 

Saat ini, Taka kembali sekolah online. Kami pun belum ngeluyur lagi alias lebih sering ngendon di rumah aja. Sangat jaaauuuhh berbeda jika dibandingkan dengan 2021 silam yang hampir tiap ada tanggal merah auto-ngeluyur seolah kaki bakal kejang-kejang kalau enggak digerakkan. Berbeda 180-lah derajat pokoknya. Meski alasan utamanya bukan semata-mata karena Corona, tapi buatku pribadi lebih karena enggak mood aja buat ngeluyur yang sifatnya bersenang-senang setelah ayahku meninggal (sebagaimana yang sudah aku tulis di postingan sebelumnya). Mana pas nulis bagian ini, ada orang nyetel lagunya Ebiet G. Ade yang judulnya Titip Rindu Buat Ayah. Jadi ingat kalau ini lagu kesukaan Bapak. Ya Allah, terdistraksi banget T_T. Kenapa juga ada yang nyesel lagu ini, sih. T_T Autonyesek. Biasanya bapakku nyanyi lagu tsb sambil mainin gitar. T_T

Kita semua pastinya menginginkan kondisi membaik. Semoga, ya. Saling mendoakan. Untuk yang sedang sakit, semoga segera diberi kesembuhan. Yang kehilangan, semoga dikuatkan. Yang menemani anak sekolah online, semoga sabar. Kita semua berjuang di ranah masing-masing. Semangat, ya! :)



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)