10 Kebiasaan Buruk Penulis dan Cara Mengatasinya
Meskipun menjadi penulis relatif mudah, apalagi di zaman sekarang, namun bukan berarti bisa sembarangan. Jika tidak tepat bertindak, “nyawa” bisa terancam.
Ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh calon penulis agar hubungannya dengan dunia penulisan bisa langgeng. Hal-hal berikut ini (yang berisi kebiasaan-kebiasaan buruk penulis) adalah berdasarkan pengamatan saya pribadi selama terjun di dunia penulisan sejak 2009. Semoga bermanfaat.
Kebiasaan Buruk 1: Hanya semangat di awal
Di awal semangat, tapi kemudian loyo. Di awal semangat membuat outline, meriset, dan mengumpulkan data-data. Tapii, ternyata saat eksekusi sepertinya enggan. Ini hampir mirip siklus orang jatuh cinta kebanyakan (tidak semua, ya). Di awal begitu menggebu, tapi kemudian memudar salah satunya karena bosan. Nah, ini.
Bagaimana cara mengatasinya?
Saya yakin, hampir semua penulis mengalami ini. Semangat di awal, loyo di tengah, dan enggak selesai di akhir. Kalau terus-terusan begini, bisa-bisa sampai nanti, tidak satu pun tulisan yang bisa diselesaikan.
Tips ala saya untuk mengatasi hal tersebut adalah: membuat komitmen dan target dengan diri sendiri
Contoh komitmen:
- pokoknya tahun ini harus bisa menghasilkan satu buku (enggak usah muluk-muluk, yang penting terealisasi);
- lulus SMA kuliah maksimal 4 tahun (jangan lama-lama daripada membayar SPP terus), di kampus aktif di berbagai kegiatan untuk cari pengalaman, selain itu juga kerja sambilan, nabung, dan selesai kuliah serta berpenghasilan langsung cuzz nikah;
- lulus kuliah langsung cari beasiswa S2 di Eropa, pas kuliah di Eropa harus bisa keliling Eropa pas libur kuliah TANPA biaya entah gimana caranya.
- Boleh mengerjakan proyek lebih dari satu, tapi beda tingkat ke-stres-an. Misal proyek pertama serius bangett alias horror, terus proyek kedua ini sifatnya santai yang hepi-hepi.
- Sebisa mungkin antara proyek satu dengan yang lain memiliki keterkaitan tema. Misal, kita mengerjakan proyek untuk dua klien, tapi temanya sama yakni ekonomi. Bedanya, yang satu ekonomi untuk anak SMP, yang satunya lagi ekonomi untuk ibu-ibu.
- Boleh-boleh saja menerima dua proyek yang berseberangan, tapi untuk loncat dari satu tema ke tema yang lain tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, pasti membutuhkan “jembatan penghubung”. Misal proyek pertama serius banget temanya politik, sedangkan proyek kedua (yang dikerjakan di waktu yang sama dengan proyek pertama) temanya tentang humor alias enggak ada serius-seriusnya sama sekali.
- Sesuaikan referensi menurut tema
- Manfaatkan Ijak dan Ipusnas untuk mendapatkan referensi gratisan
- Wawancara tokoh/ahli yang pernyataannya bisa mendukung tema yang sedang kita tulis
- Mengamati lingkungan sekitar
- Perenungan
- Mengerjakan tulisan yang lain atau kegiatan lain karena semakin ditunggu pasti semakin membosankan
- “Melupakan” sejenak alias move on sementara
- Menjadwalkan tanggal berapa kita akan bertanya
- Mudah tergoda dengan sesuatu yang lebih menarik. Ibaratnya mau ke Jakarta naik bis, tapi di jalan ketemu orang yang bilang kalau ke Lampung lebih enak. Dan karena enggak punya dasar/konsep yang kuat, kita jadi hayuk aja dan melupakan niatan awal.
- Mudah “tersesat” atau istilahnya writer's block. Enggak tahu lagi mau ngebahas apa, enggak tahu mau nulis apaa, adalah beberapa cirinya.
- Bisa molorrr lamaa. Bila terkonsep dan terjadwal, kita bisa menyelesaikannya sebulanan mungkin. Tapi karena prinsip kita air ngalir, bisa-bisa sampai nantiii juga enggak jadi-jadi.
Ada yang kelewat? Silakan ditambahi. Makasihh, yaa.
Tulisan saya di atas juga tayang di website ummi-online

10 comments
Sesuai dengan realita mbak, dan tips2nya sangat membantu. Makasih banyak mbak miyo🙏
ReplyDeletesama2, mas
Deleteini pernah kusampaikan di grup, mass
heheheh
Kok aku merasa tercyduk, terpodjok, dan tersindir gini y, mbak
ReplyDeleteLOL
sesungguhnya ini juga untuk menampol diriku sendiri, mbaa wkk
DeleteSaya pingin jadi penulis, yang tulisannya selalu terjual mega best seller biar bisa keliling dunia setelah naik haji dan umrah berkali kali dari hasil penjualan buku-buku saya. Aamiin!
ReplyDeleteaamiin
Deleteniat baik dimudahkan ya tehh
Tipsnya bagus
ReplyDeleteBisa diaplikasikan ke profesi yang lain, Mb
Mangga shayy
DeleteScreenshot dulu renungkan lebih dalam kemudian thkyuu mbaaa ❤️❤️❤️
ReplyDeleteXixixi
ReplyDeleteBrasa ujian
Sama2 mbaa
Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)