Menikmati Bundaran HI dari Dalam Kamar Hotel Indonesia Kempinski, Inilah Hikmah Kehidupan yang Patut Direnungi

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - December 01, 2019



"Mas, minta kamar yang viewnya Bundaran HI, ya,"
"Mas, tuker kamar bisa, nggak. Jangan di lantai 2 dong, pengin yang view-nya Bundaran HI,"

Meski tidak terlalu jelas karena sejak masuk hotel legendaris ini saya sudah disibukkan dengan mengejar bocah, tapi inti pembicaraannya adalah seperti percakapan di atas: pengunjung minta ganti kamar. Kabarnya, tidak setiap pengunjung bisa dengan mudah menukar kamar. Tentu, yang baru pertama kali menginap atau datang tidak bisa meminta seenak jidat. Logis sih, ya.

Kami sendiri cukup beruntung. Tiga kali menginap di sini, kali pertama dapat kamar di lantai 6 kalau enggak salah dan yang kedua & terakhir kemarin lantai 15. Ya, meskipun pas lantai 15 dapat kamar paling ujung. Dua-duanya memiliki kesamaan: viewnya Bundaran HI yang notabene katanya semacam impian banyak orang yang menginap di hotel peninggal presiden RI pertama ini.

Jujur, saya pribadi tidak terlalu peduli view-nya apa, yang penting tidur. Xixixi. Adakah yang secuek saya? Yaa, kalau toh dapat yang "lebih", itu rezeki yang patut disyukuri.

Setelah melihat sendiri seperti apa view Bundaran HI dari dalam kamar, saya pun memahami kenapa tidur dengan pemandangan seperti ini adalah anugerah. Apa saja? Setidaknya, inilah yang terlintas dalam pikiran saya saat itu.

  1. Bersyukurlah yang tinggal di tempat sepi, kalian tidak perlu berdesak-desakan sepanjang hari.
  2. Ada yang minder hanya karena tinggal di kampung padahal jika dilihat dari sudut pandang bersebarangan, tinggal di kampung adalah impian. 
  3. Ibu kota tak pernah sepi, pagi siang sore malam siap melayani. Enggak jauh beda dengan jantung. 
  4. Pejuang tangguh yang tumpah ruah di jalan yang sama ini punya tujuan beragam, hormatilah. 
  5. Jangan tertipu penampilan luar karena yang nampak sering tidak seperti kelihatannya.
  6. Pada akhirnya semua akan merindukan keluarga mau diakui atau tidak.
Saya yakin, tiap pengunjung memiliki imajinasinya masing-masing ketika melihat bundaran HI dari kamar hotel dan ruang yang sama. Kalau kalian gimana?

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)