Body Shaming

By miyosi ariefiansyah (bunda taka) - December 01, 2019

Aku yakin, semua orang pernah mengalami body Shaming. Aku juga yakin sebenarnya pelaku body shaming dulunya juga pernah jadi korban. Sayangnya, kenapa kok luka itu disalurkan ke mereka yang dianggap lemah/lebih muda/apalah dengan dalih becanda. Tahu nggak kalau itu sama sekali enggak lucu. :)

Dalam ajaran agama yang aku anut, kami diajarkan untuk memanusiakan manusia. Intinya begitu. Salah satunya, janganlah memanggil nama orang lain dengan panggilan buruk, sesuatu yang mungkin sudah dianggap lumrah. Jadi sebenarnya dalam agama udah tertulis gimanaa. Kuyakin mereka semua juga paham teorinya. Praktiknya??

Aku pernah jadi korban body shaming dengan dibilang "ireng mangkak (hitam legam)" dan "kerempeng". Aku sudah memaafkan, tapi aku belum bisa benar-benar menghilangkannya. Jujur, kadang masih suka keinget. Tapi ya hanya sebatas ingat saja, tidak lebih. Aku justru berjanji ke diriku sendiri agar bisa jadi orang dewasa yang BIJAK ke yang lebih muda, tidak hanya sekadar nama saja. :)

Banyak yang enggak percaya kalau aku dulu suka dihina seperti itu karena kenyataannya aku sekarang memang gak seperti itu. Dann kalau toh seperti itu aku juga gak peduli wong suamiku nerima. :)

Dulu aku enggak paham kalau yang orang dewasa lakukan ke aku namanya body shaming. Tapi yang jelas, aku merasa enggak nyaman digituin. Walaupun di luar aku sok tegar dan tidak meneteskan air mata sedikit pun. Tapi, jujur, dalam hati nyesekkk banget banget. 

Sempat bertanya ke diri sendiri:

Emang kenapa kalau hitam? Emang cantik harus putih?
Emang kenapa kalau kerempeng? Emang cantik harus mbody?

Awalny, aku cuek dengan yang namany standar kecantikan itu gimana. Tapi sering mendapat pelecehan kata-kata seperti itu membuatku lama-lama down dan insecure. Aku jadi meyakini bahwa aku jelek dan bahkan mungkin enggak pantas hidup serta bertanya kepada Allah kenapa aku lahir? Ya mungkin lebay y, tapi dulu aku emang jadi sering mikir gitu cuma enggak aku ungkapin aja. :D

Sampai sekarang aku masih gagal paham kenapa ada orang dewasa begitu suka melakukan body shaming? Kalau mereka juga insecure, harusnya jangan gitu. Masa beraninya ke anak-anak? Jelas enggak level dan beda kekuatan. Anak-anak versus orang dewasa, yang enggak waras siapa? :D

Efek lain adalah... saat aku "berteman" dengan suami sejak SMA. Jadi dia dulu sering cemburu, tapi aku enggak suka kalau dia gitu. Sepele, tapi kurang komunikasi aja jadinya drama.

Suamiku kala itu: cemburu
Aku dalam hati: enggak penting banget sih, enggak usah cemburu karena aku jelek jadi gak usah khawatir, mending mikirin yang lebih penting dan berkualitas

Masa efeknya sampai segituny? Iya.

Ketika cewek lain dibilang cantik sama cowoknya mungkin bahagia. Aku? Enggak percaya yang benar-benar enggak percaya sama sekali.

"Mas Ry suka sama aku tuh karena aku jelek jadi biar Mas Ry tenang,"

Dan karena sama-sama ngotot dengan pendapat masing-masing, lagi-lagi berantem. (Untung lulus SPMB lol).

Poin yang aku tekankan di sini adalah... iya efeknya sampai separah itu. Aku sampai yang meyakini bahwa I am not a beautiful girl. But, It's okay. Yang penting, aku gak jadi orang jahat. Masa iya udah jelek, jahat lagi, Mak Lampir dong. Begitulah keyakinanku.

Lebay?? Ya, mungkin. 

Tapi ini sebagai pengingat buat siapa pun yang tiba-tiba nyasar ke sini bahwa body shaming itu enggak main-main efekny. Mungkin di luar, korban bisa sok tegar. Dalam hati? Efek jangka panjangny?

Tolong dong jangan jadi orang jahat dengan modus becanda. Apa sih untungny menghina fisik orang? Apa harus begitu dulu untuk mendapatkan kepuasan batin? Sungguh kasihan.

Kalau buatku sendiri, sekarang dalam fase bodo amat dengan komentar orang yang sekiranya bisa membuatku down. Terserah aja mau gimana. Mungkin emang ada yang baru bisa bahagia dengan melakukan body shaming. Nah, kalau aku mau pakai cara yang normal-normal ajalah, ya.

Aku juga mau berterima kasih buat yang pernah melakukan body shaming ke aku. Kudoakan selalu bahagia luar dalam biar gak gituin orang lagi. Aamiin. :)



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Makasih udah ninggalin jejak yang baik ya, Teman-teman! :)